Home Kebencanaan Alat Berat Dikerahkan Buka Akses Wilayah Longsor Kutabima

Alat Berat Dikerahkan Buka Akses Wilayah Longsor Kutabima

Cilacap, Gatra.com – Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mengerahkan empat unit eskavator untuk membuka akses ke wilayah terdampak longsor di Desa Kutabima, Kecamatan Cimanggu.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Wijonardi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Gatot Arif Widodo, mengatakan, empat eskavator tersebut merupakan bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan PUPR Bina Marga. Saat ini, keempat alat berat itu sedang membersihkan tanah yang menutup badan jalan desa dan rumah yang tertimbun longsor.

Adapun pembagian kerjanya, yakni dua unit di lokasi pos kamling, rumah tertimbun atas nama Tarem, satu unit di lokasi makam, ruas jalan tertutup longsor, dan satu unit di lokasi Grumbul Kasentingan, Rumah atas nama Karsinem.

“Alat berat baru datang kemarin petang pukul 18.00 Wib,” katanya, Rabu petang (6/4).

Dia menjelaskan, untuk proses perataan tanah di lokasi rumah tertimbun longsor membutuhkan waktu beberapa hari. Sebab, volume material longsoran tebal dan lebar.

“Jalan Desa Citulang-Kasentingan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujarnya.

Sementara itu, eskavator titik terjauh dari pengungsian di lokasi Kasentingan, baru mulai kerja per hari Rabu. Ketebalan material longsor di tempat tersebut mencapai 1,5 meter.

Sedangkan untuk kepentingan pengungsian, instalasi tandon air sudah terangkai dan terpasang untuk keperluan memasak di dapur umum. Saluran air bersih ke perumahan di Grumbul Kesentingan yang rusak, sampai saat ini belum tertangani.

“Hal ini yang menjadi salah satu hambatan para pengungsi untuk kembali ke rumah karena ketersediaan air bersih tidak ada,” jelasnya.

Dia juga berharap agar para donatur membantu pengadaan kebutuhan sarpras yang kini memang sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, yang paling mendesak dan difokuskan adalah peralatan dan kelengkapan saluran air yang rusak yang berada di Grumbul Kasentingan.

“Kebutuhan perbaikan saluran air bersih ke perumahan Warga Grumbul Kasentingan yang terputus dibutuhkan sekitar 250 buah batang pipa paralon dengan panjang paralon empat meter, jumlah kebutuhan kurang lebih 1.000 Meter,” tuturnya.

Di sisi lain, rumah warga yang rusak terkena dampak longsor sudah dibersihkan menggunakan alat berat. Namun lumpur yang berada di dalam rumah perlu dibersihkan secara manual atau dikerjabaktikan.

Sampai saat ini, Jumlah pengungsi sebanyak 123 jiwa atau 36 KK. Kondisi pengungsi sehat dan kebutuhan logistik terpenuhi dengan baik. “Jaringan listrik sudah menyala optimal dan tidak ada kendala sampai dengan hari ini,” tandasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS