Home Info Sawit Eks Wamen Pertanian Beri Masukan Asian Agri Hadapi Disrupsi

Eks Wamen Pertanian Beri Masukan Asian Agri Hadapi Disrupsi

Jakarta, Gatra.com - Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga mantan Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi ikut mengomentari tentang pandemi Covid-19 dan kelangkaan minyak goreng. Menurutnya, pandemi membawa pelajaran tersendiri bagi para pengusaha sawit.

"Kita harus berpikir seluruh rantai pasok mulai dari tanah sampai jadi pouch. Semuanya harus kita lihat secara kesatuan. Kita juga harus bisa melakukan manuver dan penyesuaian ketika ada gangguan di salah satu titik itu," ungkap Bayu saat acara buka bersama wartawan, di Pelataran Menteng, Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Menurutnya, jika minyak goreng terganggu entah itu dari harga ataupun kelangkaan, Bayu menerangkan kemungkinan gangguannya ada di dua titik. Di hulu atau di hilirnya yang mengalami hambatan.

"Jika di kanan (hilirnya) itu ada sisi konsumen dan retail terutama kaitannya tentang harga, permintaan, kaitannya dengan logistik. Dan satunya lagi gangguan di kebun yang berhubungan dengan iklim atau alam, tahun 2019 itu yang paling berat buat kita, produktivitas pun ikut turun," paparnya.

Di sisi lain, yang unik dari Sawit ketika produktivitas turun, terjadi kelangkaan, harga tidak naik karena kualitas yang dihasilkan ikut menurun.

"Ini juga memberikan indikasi bahwa kita harus siap, makanya sebagai akademisi, saya usul ada unsur resiliances (ketahanan)," ungkapnya.

Menurutnya, ketahanan yang ia maksud adalah agar ketika terjadinya disrupsi lingkungan yang terjadi, maka pengusaha dan petani sudah siap dengan kondisi apapun.

"Karena ke depan kemungkinan disrupsi-disrupsi lain pasti akan ada," jelasnya.