Home Kesehatan Gempuran Booster Jelang Mudik, Jangan Bawa Pulang Virus

Gempuran Booster Jelang Mudik, Jangan Bawa Pulang Virus

Jakarta, Gatra.com- Selama pandemi Covid-19, masyarakat tak melaksanakan tradisi mudik ke kampung halaman, kini, pemerintah telah umumkan libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1443H tahun ini, mudik dibolehkan.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Kasus Covid-19 yang semakin landai ditambah capaian vaksinasi yang cukup besar di seluruh daerah, menjadi salah satu alasan persetujuan mudik dan penambahan cuti bersama libur lebaran yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy) menyatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan strategi-strategi menghadapi lonjakan masyarakat yang akan mudik.

Menurutnya, dua tahun tanpa mudik lebaran diprediksi memicu antusiasme masyarakat yang mudik. Oleh karenanya, pemerintah harus menyiapkan berbagai skenario sebaik-baiknya agar masyarakat aman dan nyaman. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program MNC News Prime, secara daring, pada Selasa malam, (12/4)

"Dua tahun ini pemerintah tak menyiapkan kebijakan mudik. Tahun ini kita tata dan siapkan mudik sebaik-baiknya, dari aparat keamanan, penyelenggara transportasi sampai kesehatan," ujar Muhadjir Effendy.

Lebih lanjut, Menko PMK menyampaikan bahwa arus mudik lebaran tahun ini diperkirakan akan sangat besar. Sekitar 80 juta orang pemudik diprediksi akan "balas dendam" pulang ke kampung halamannya.

Karena itu, kata Muhadjir, sejak jauh-jauh hari penataan dan penyiapan mudik tengah dipersiapkan oleh pemerintah agar momen mudik lebaran dapat dikendalikan dengan baik. Diantaranya dengan optimalisasi program vaksinasi Covid-19 secara lengkap (termasuk booster) yang dilaksanakan selama Ramadan ini.

Dengan vaksin lengkap, diharapkan dapat melindungi kesehatan para pemudik, dan juga keluarga sanak saudara di kampung halaman agar tidak terjadi penularan virus. "Vaksinasi ini memang diutamakan di wilayah-wilayah tempat penberangkatan mudik seperti Jabodetabek, Jabar, Jateng dan kota-kota besar di Jatim dan kota luar Jawa termasuk Medan, Makassar, dan sekitarnya," ucapnya.

"Akan tetapi tempat yang menjadi tujuan mudik juga kita siapkan. Karena itu vaksinasi ini tetap kita gencarkan di semua sektor semua bagian dan kita gunakan momentum ramadan ini kita adakan vaksinasi ramadan," imbuh Menko PMK.

Lebih lanjut, untuk prasarana transportasi, Muhadjir menyampaikan, pemerintah juga tengah merancang siasat yang akan dilakukan untuk mengendalikan lonjakan perjalanan di jalur darat, laut, dan udara.

Misalnya untuk jalur darat dirancang prasarana jalan dan rest area yang baik di jalan tol, menyiapkan SPBU Mobile. Kemudian untuk jalur laut, dirancang perjalanan kapal-kapal penumpang yang besar untuk diprioritaskan. Untuk jalur udara dibuka landasan tambahan untuk pesawat terbang.

"Dan ini kita sudah siapkan semua. Koordinasinya dengan Kemenhub, Kementerian BUMN, Pertamina, dan Kementerian ESDM. Nanti akan bergerak bersama-sama membantu," tuturnya.

Muhadjir berpesan kepada masyarakat yang telah berencana mudik untuk dapat menyiapkan diri dengan baik. Perbekalan, kemudian kondisi kesehatan, serta telah vaksin untuk mengamankan dirinya dan keluarga dari Covid-19. Termasuk kondisi kendaraannya bila menggunakan kendaraan pribadi.

"Pesan saya kepada masyarakat siapkan bekal untuk berangkat, itu termasuk kondisi kendaraannya, keamanan dirinya terutama terhadap ancaman Covid-19. Jangan sampai datang ke tempat mudik membawa oleh-oleh virus. Dan kita harapkan setelah Lebaran justru Covid-19 ini akan semakin turun dan kita akan memasuki masa endemi," pungkasnya.

52