Home Kebencanaan Relokasi Ratusan Korban Longsor Kutabima Cilacap Tunggu Rekomendasi PVMBG

Relokasi Ratusan Korban Longsor Kutabima Cilacap Tunggu Rekomendasi PVMBG

Cilacap, Gatra.com – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menunggu hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memutuskan relokasi ratusan jiwa korban longsor di Kutabima, Kecamatan Cimanggu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Awaludin Muuri mengatakan, rekomendasi dan kesimpulan PVMBG itu bakal menjadi dasar untuk proses relokasi. Selain itu, diperlukan rekomendasi lokasi relokasi termasuk keamanan dari bahaya serupa.

“Proses relokasi warga menunggu rekomendasi dan kesimpulan PVMBG,” kata Awaludin, yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Cilacap, melalui keterangannya, Jumat malam (16/4).

Sejalan dengan itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji kelayakan bangunan rumah korban yang terancam dan terdampak. Pemkab juga tengah mempertimbangkan pengembalian pengungsi permanen sambil menunggu skenario relokasi dan huntap.

“Pemeriksaan gerakan tanah lanjutan untuk calon relokasi,” ucap dia.

Dia juga menegaskan, perlindungan terhadap korban longsor menjadi prioritas utama. Karena itu, pemerintah juga telah memberikan plastik kepada warga sebagai upaya untuk menutupi retakan tanah dengan tujuan mengurangi potensi longsoran yang lebih besar.

“Dilanjutkan penyampaian arahan teknis pemasangan media plastik tersebut kepada masyarakat setempat untuk upaya mengurangi longsoran,” jelasnya.

Terkait dengan pengungsian, Awaludin menegaskan bahwa stok logisitik permakanan untuk pengungsi aman hingga sepekan ke depan. Dia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan longsor di Kutabima ini.

Sementara, Kepala Pelaksana Haria BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan saat ini bantuan alat berat di Dusun Citulang tinggal dua unit. Satu unit milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, sementara satu unit lainnya milik PUPR.

“Dua unit alat berat hari ini tidak beroprasi 1 rusak milik BBWS masih dalam perbaikan dan satu lagi standby dioperasikan untuk membantu pemasangan bronjong di titik jalan yang longsor,” jelasnya.

Adapun jumlah pengungsi saat ini masih tetap sekitar 100 orang di SD Negeri 4 Kutabima. Sementara, puluhan lainnya mengungsi di rumah saudara.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS