Home Hukum Jelang Aksi di Patung Kuda, Akun WhatsApp Mahasiswa Diduga Diretas

Jelang Aksi di Patung Kuda, Akun WhatsApp Mahasiswa Diduga Diretas

Jakarta, Gatra.com - Sejumlah akun WhatsApp (WA) milik anggota Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) diduga diretas atau kehilangan akses menjelang aksi unjuk rasa yang diadakan di Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda), Jakarta pada Kamis (21/4).

"Peretasan dilakukan dalam kurun waktu 17 April hingga 20 April 2022," ucap Koordinator Lapangan Aksi, Nurul Hidayat dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis (21/4).

Setidaknya, terdapat 12 orang yang akunnya diretas atau kehilangan akses. Salah satunya, akun milik Kordinator Wilayah BEMSI BSJB, Muhammad Yusuf.

Menurut Nurul Hidayat, selama diretas, akun Muhammad Yusuf kerap membagikan foto-foto tidak jelas dalam grup percakapan. Malahan, akun ini juga sempat memasukkan nomor tidak dikenal ke dalam grup percakapan AMI.

"Padahal Muhammad Yusuf tidak bisa akses WA-nya," jelas Nurul.

Baca juga: Ngeri! Tindak Tegas para Penjahat Konstitusi, Satu dari Tujuh Tuntutan Aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia Hari Ini

Berdasarkan penuturan Nurul, saat ini sebagian anggota telah berhasil mendapatkan akses akunnya kembali. Namun, akun Muhammad Yusuf masih belum bisa diakses dan masih terus mengirimkan pesan-pesan tidak jelas di grup percakapan AMI.

Adapun 12 orang anggota AMI yang akun WhatsApp-nya diretas atau kehilangan akses sebagai berikut:

1. Muhammad Yusuf (Korwil BEMSI BSJB/Wapresma Univ. Esa Unggul) 

2. Tasya (Mensospol BEM UPNVJ) 

3. Naufal (Kormed Bemsi)

4. Iqbal (Blok Politik Pelajar)

5. Daffa (Blok Politik Pelajar)

6. Andi (Blok Politik Pelajar)

7. Fauzan (Presiden Univ. Trisakti)

8. Fawwaz (Ketua SEMAR UI)

9. Naufal Farabi Ismail (SERASI Pertamina)

10. Ja'far Shiddiq (SERASI Pertamina)

11. Daniel (Pres ITL)

12. Hadi (Menlu Univ. Trisakti)

Diketahui, AMI akan menurunkan sekitar 2000 orang anggotanya dalam aksi unjuk rasa hari ini. Terdapat tujuh tuntutan yang dibawa oleh AMI seperti tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden, turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi, serta menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyrakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif.

Tuntutan selanjutnya, wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis. Kemudian, sahkan Rancangan Undang-undang pro rakyat, tolak rancangan undang-undang pro oligarki. Wujudkan reforma agraria sejati dan tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.

106