Home Kebencanaan Muazain Meninggal Tersengat Mikrofon, Warga Lain Turut jadi Korban

Muazain Meninggal Tersengat Mikrofon, Warga Lain Turut jadi Korban

Banyumas, Gatra.com – Seorang muazin, Wasirin (40 tahun) dilaporkan meninggal dunia lantaran sengatan listrik saat ia tengah azan di Musala Ampel Gading, Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Kapolsek Pengadegan, AKP Susilo, mengatakan, Wasirin meninggal dunia ketika mengumandangkan azan salat isya.

Seperti biasa, pada Kamis, menjelang waktu salat isya, Wasirin menuju ke musala untuk mengumumkan azan. Sesampai di musala, sekitar pukul 18.45 WIB, Wasirin memegang mikrofon untuk menyerukan azan.

Namun di tengah azan, dari luar terdengar ledakan dan kilatan cahaya. Ledakan itu berasal dari tiang bambu penyangga speaker suara masjid yang miring hingga menyentuh kabel jaringan listrik PLN.

Wasirin yang tengah azan memegang mikrofon tersengat listrik hingga meninggal dunia. Ia mengalami luka bakar pada punggung dan kaki kanan.

Sementara itu, Agus Riyadi (38), warga desa setempat, spontan memperbaiki tiang speaker yang miring. Namun ia justru tersengat listrik dan meninggal dunia.

"Dua warga meninggal dunia di lokasi akibat tersengat listrik. Warga lain kemudian melakukan evakuasi korban dan melaporkan kejadian ke Polsek Pengadegan," kata Kapolsek Pengadegan, AKP Susilo, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/4).

Polisi dari Polsek Pengadegan yang datang bersama Inafis Polres Purbalingga kemudian memeriksa TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Selanjutnya, bersama petugas medis Puskesmas memeriksa jenazah korban.

Hasil pemeriksaan, Wasirin mengalami luka bakar pada punggung dan kaki sebelah kanan. Sedangkan korban Agus Riyadi mengalami luka bakar paha sebelah kiri, tangan sebelah kiri, dan kedua tangan.

Usai pemeriksaan, kedua jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan autopsi.

"Saat kejadian, cuaca hujan disertai angin yang mengakibatkan [tiang] pengeras suara musala yang ditopang bambu bergeser miring dan menyentuh kabel listrik utama milik PLN yang ada di sekitarnya," ujar Susilo.

1080