Home Makro BKF: Pemulihan Ekonomi Terus Menguat di Tengah Omicron dan Gejolak Geopolitik

BKF: Pemulihan Ekonomi Terus Menguat di Tengah Omicron dan Gejolak Geopolitik

15

Jakarta, Gatra.com – Perekonomian nasional terus menguat dengan PDB Triwulan I-2022 tumbuh 5,01% (year on year/yoy). Tadinya, fakta bahwa penyebaran varian Omicron yang memuncak dengan kasus harian mencapai 64.000 di Februari, sempat dikhawatirkan akan menjadi kendala bagi kinerja pemulihan ekonomi nasional. Namun demikian, efektivitas kebijakan pengendalian pandemi Covid-19 termasuk keberhasilan percepatan vaksinasi, turut berperan besar meminimalisasi dampak penyebaran tersebut ke perekonomian.

Di sisi lain, dampak peningkatan harga komoditas dunia, termasuk eskalasinya akibat konflik Rusia-Ukraina, juga masih relatif terbatas.

Baca Juga: Angka Pengangguran di Sumbar 2021 Capai 179.950 Jiwa

“Kinerja kuartal ini menjadi bekal penting untuk perekonomian Indonesia yang lebih kuat di tahun 2022 secara keseluruhan dan ke depan,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), Febrio Kacaribu di Jakarta, Senin (9/5).

Daya beli masyarakat terus membaik, ditandai dengan semakin kuatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta kondisi ketenagakerjaan nasional. Pada Triwulan I-2022, konsumsi rumah tangga mampu tumbuh 4,34% (yoy). Jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2021 (qtq), konsumsi masyarakat yang merupakan kontributor terbesar PDB nasional masih mencatatkan pertumbuhan positif, mencerminkan pemulihan konsumsi yang terus berlanjut. Tren ini sejalan dengan relatif tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang Triwulan I dibandingkan dengan Triwulan I-2021.

Selain itu, peningkatan lapangan kerja baru juga berperan vital dalam mengakselerasi pemulihan daya beli masyarakat. Tingkat pengangguran nasional turun dari 6,26% pada Februari 2021 menjadi 5,83 pada Februari 2022.

Baca Juga: Pengangguran Turun, Kemiskinan di Purbalingga Masih Tinggi

“Kualitas pemulihan ekonomi hingga Triwulan I-2022 terus terjaga, ditunjukkan dengan perbaikan kondisi ketenagakerjaan nasional,” imbuh Febrio.

Kemenkeu menilai ekspansi sektor riil mendorong perbaikan kondisi ketenagakerjaan, meski diakui belum sepenuhnya pulih.

Sejak Februari 2021, pemulihan ekonomi telah mampu menciptakan sebanyak 4,55 juta lapangan kerja baru. Tiga sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu pertanian (1,86 juta orang), industri pengolahan (0,85 juta orang), dan perdagangan (0,64 juta orang).

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Pemprov Sumsel Luncurkan Aplikasi Saripati

Perbaikan kondisi tersebut berhasil menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,83% pada Februari 2022 dari 6,26% pada Februari 2021.

“Pemulihan ekonomi lebih lanjut diharapkan dapat mendorong pemulihan kondisi ketenagakerjaan yang lebih utuh, terutama pada kelompok pekerja yang terkena pengurangan jam kerja di masa pandemi,” pungkasnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS