Home Nasional Pasca Nasdem dan Demokrat, Kini Airlangga Bertemu Ketum PAN dan PPP

Pasca Nasdem dan Demokrat, Kini Airlangga Bertemu Ketum PAN dan PPP

62

Jakarta, Gatra.com - Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, Golkar yang dinahkodai Airlangga Hartarto sedang menjajaki untuk dapat berkoalisi dengan sejumlah partai seperti PAN, PPP, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem.

Langkah itu dapat dilihat dari sejumlah pertemuan-pertemuan yang dilakukan Ketua umum Airlangga Hartarto dengan beberapa partai dalam beberapa hari terakhir. Ada kemungkinan pertemuan itu untuk membentuk koalisi pencapresan 2024.

"Bisa jadi itu (pertemuan) sebagai penjajakan koalisi, termasuk koalisi pencapresan. Karena PDIP dan Gerindra sudah semakin dekat (berkoalisi)," kata Muslim di Jakarta, Jumat (13/5).

Gelagat itu semakin kentara ketika berlangsung berlangsung pertemuan antara ketua umum Gerindra Prabowo Subianto dengan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri usai lebaran. Penjajakan koalisi itu, menurut Muslim, sudah mulai mengelus jagoannya untuk diusung pada Pilpres 2024 mendatang.

"Sedangkan Golkar berupaya untuk bangun koalisi lain," katanya Muslim.

Sebelumnya, Airlangga menggelar pertemuan dengan ketua umum Nasdem Surya Paloh pada Kamis 10 Maret lalu. 

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pertemuan Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, dengan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh salah satunya sebagai penjajakan dibentuknya blok politik baru jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

"Saya kira, pertemuan itu bagian dari upaya merajut kemungkinan jalan bersama di 2024. Karena ada kesan Gerindra dan PDI-P sudah mengunci koalisi," kata Adi.

PDI-P dan Gerindra dinilai sudah cukup mapan merajut koalisi, termasuk soal kandidat-kandidat yang akan diusung pada 2024. 

Sedangkan Golkar yang sudah memiliki sosok untuk diusung, yakni Airlangga sendiri, dianggap memiliki kebutuhan dan kepentingan untuk membangun poros politik tandingan. 

Sosok Surya Paloh dinilai jadi figur penting untuk dijajaki. 

"Paling dekat (dengan Golkar) tentu saja Nasdem, karena Surya Paloh, apa pun judulnya, dulunya orang Golkar, sahabat lama yang paling memungkinkan diajak kerja sama dan berkoalisi," kata Adi. 

"Penjajakan akhirnya dimulai dari sekarang, karena amanat munas dan kader (Golkar untuk mengusung Airlangga) harus maksimal. Di tengah dinamika politik yang berkembang. Airlangga butuh partner yang bisa dijadikan teman seperjuangan," ujarnya. 

Selain bertemu Surya Paloh, Airlangga juga menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

AHY berkunjung ke rumah dinas Ketua Umum Partai Golkar itu di Komplek Widya Chandra 3, Nomor 6, Jakarta Selatan pada 7 Mei 2022.

Menurut Ketua DPP Golkar, Dave Akbarshah Fikarno, pertemuan Airlangga dengan AHY hanya sebatas silaturahmi bisa untuk menjaga hubungan baik, apalagi masih dalam suasana lebaran. Tidak ada pembahasan yang mengarah pada koalisi untuk Pilpres 2024.

"Ya ini kan pertemuan itu silahturahmi setelah lebaran hanya menjalin hubungan baik saja. Belum ada pembahasan apapun mengarah ke sana (koalisi)," kata Dave.

Soal keputusan Golkar berkoalisi dengan siapa, Golkar memang belum menetapkan. Posisi Golkar sekarang baru pada titik membuka komunikasi dengan sejumlah pihak.

"Ya, kalau ngomong bisa, masih memungkinkan, tapi belum ada keputusan. Pendaftaran koalisi berarti pendaftaran capres masih Agustus kalau enggak salah, jadi waktunya masih panjang," katanya.

Menurut Dave Golkar pasti menawarkan Airlangga sebagai calon presiden ketika berkoalisi dengan partain lain. Meski saat ini Golkar, belum bisa menegaskan untuk mengambil keputusan, karena masih terlalu dini.

Nah, kali ini, Partai Golkar kembali menginisiasi pertemuan dengan PAN, dan PPP. 

Ketua umum Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama PAN dan PPP ibarat filosofi kehidupan. Pohon beringin (lambang Golkar) jika disinari matahari (lambang PAN) akan semakin hijau dan rindang, sementara Ka’bah (lambang PPP) sebagai perwujudan kerja sama yang berorientasi pada akhiran atau ridha Allah SWT.

“Jadi ini merupakan kumpulan pengalaman bersama dan tentunya bekerja sama untuk mengawal agenda-agenda politik kedepan termasuk dalam pemilu nanti di 2024,” kata Airlangga, Jumat (13/5).

Bahkan ketiga ketua umum partai menginstruksikan seluruh jajaran pengurus di daerah untuk saling merapat dan bekerja sama menindaklanjuti pertemuan tiga partai tersebut.

"Kami dari Partai Golkar khususnya, meminta dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai Golkar, baik di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan kerja sama baik dengan Partai Amanat Nasional maupun Partai Persatuan Pembangunan,” tegas Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berharap, kerja sama sejak awal antara partainya, Golkar dan PPP bisa menjadikan Indonesia bersatu, berdaulat, sehingga menjadi negara yang maju.

"Golkar, PPP, dan PAN mudah-mudahan ini jadi awal bagi nanti teman-teman lain. Bersama-sama membangun negeri merah putih yang kita cintai maju lagi," ujar Zulkifli Hasan.

Adapun Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengakui koalisi Bertiga Bersatu ini ingin menunjukkan pola kerja sama lebih awal untuk menghadirkan hubungan yang lebih baik. Menurutnya, kerja sama yang dibangun sejak awal bisa memperkuat kebersamaan.

"Kita ingin menunjukkan atau mendemonstrasikan sebuah kerja sama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antarsesama parpol. Untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan," ujar Suharso.

Ketiganya bersepakat menjalin kerja sama sejak dini menghadapi agenda politik nasional termasuk Pemilu 2024. Dan, berpeluang mengusung calon presiden dan calon wakil presiden jika koalisi bisa direalisasikan pada pemilu mendatang.

Jika dihitung koalisi ketiga antara Golkar, PAN dan PPP, dapat memenuhi ambang batas pencalonan presiden 20 persen. Golkar pada Pemilu 2019 lalu misalnya meraih 12,31 persen suara, PAN dengan 6,84 persen suara, dan PPP 4,52 persen suara.

Koalisi Golkar, PAN, dan PPP juga berpotensi terjadi karena tiga ketua umum menegaskan mengusung politik gagasan yang sama, yakni meredam polarisasi masyarakat dengan kerja sama antarpartai.

Penjajakan koalisi yang dilakukan Partai Golkar dengan sejumlah partai politik (parpol) lain bukan tanpa sebab. Semua itu dinilai karena hubungan PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang semakin dekat menjelang Pemilu 2024. 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS