Home Kebencanaan Fenomena Perigee, Wisatawan Pantai Selatan Diminta Tak Mandi di Laut

Fenomena Perigee, Wisatawan Pantai Selatan Diminta Tak Mandi di Laut

Banyumas, Gatra.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar wisatawan, nelayan dan pengguna transportasi laut mewaspadai potensi rob atau banjir pasang air laut akibat fenomena perigee di perairan selatan Jawa Barat hingga Yogyakarta, antara 15-19 Mei 2022 ini.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Krisnawan, mengatakan, perigee adalah peristiwa ketika jarak terdekat antara bulan dan bumi. Tahun ini, perigee yang bersamaan dengan purnama bakal terjadi pada 15-20 Mei ini. Fenomena ini memicu kenaikan pasang air laut hingga mencapai 2,2 meter.

Wilayah yang berpotensi terjadi rob di antaranya pesisir selatan Sukabumi, pesisir selatan Cianjur, pesisir selatan Garut, pesisir selatan Tasikmalaya, pesisir selatan Pangandaran, pesisir selatan Cilacap, pesisir selatan Kebumen, pesisir selatan Purworejo, dan pesisir selatan Yogyakarta.

“Peringatannya dibuat satu hari sebelum dan satu hari sesudah. Jadi 14-20 Mei 2022 untuk mengantisipasi dampak sebelum dan sesudah fenomena rob,” kata Rendy, Senin (16/5).

Menurutnya, puncak rob diperkirakan terjadi antara pukul 08.00–10.00 WIB. Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di pantai dan perairan terbuka harus waspada. Pasalnya, rob yang disertai dengan gelombang tinggi laut selatan sangat berbahaya untuk pelayaran maupun aktivitas di bibir pantai.

“Jadi antara jam-jam 08.00, 08.00, hingga pukul 10.00 pagi itu, itu perlu diwaspadai, terutama untuk penggunaan transportasi maritim. Kemudian wisatawan yang mandi di laut. Karena jam 8, 9,10 itu merupakan puncak pasang maksimumnya. Yang tentu saja di wilayah pesisir, sangat membahayakan wisatawan. Karena, gelombang pasang bisa tiba-tiba naik,” jelasnya.

Khusus untuk wilayah Cilacap, kata dia, pasang maksimum pada tanggal 15 Mei 2022 diprakirakan akan berlangsung pada pukul 08.00 WIB dengan ketinggian 2 meter. Sementara pasang maksimum pada tanggal 16 Mei 2022 diprakirakan akan berlangsung pada pukul 08.00 WIB dengan ketinggian 2,2 meter.

Rendy menambahkan, perigee merupakan fenonema tahunan akibat siklus rotasi dan revolusi bulan, bumi dan matahari. Rob akan lebih berbahaya jika disertai dengan gelombang tinggi akibat kecepatan angin atau sangat tergantung kepada cuaca. Perigee diperkirakan juga akan terjadi lagi pada Juni dan Juli 2022 mendatang, dengan skala berbeda.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS