Home Kebencanaan Pakar Hidrologi Ungkap 4 Faktor Penyebab Banjir Rob Pantura Makin Parah

Pakar Hidrologi Ungkap 4 Faktor Penyebab Banjir Rob Pantura Makin Parah

Banyumas, Gatra.com

Pakar Hidrologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Yanto Ph.D, mengungkap penyebab parahnya banjir rob yang melanda pesisir utara Jawa antara 21-26 Mei 2022.

Menurut Yanto, ada empat faktor yang menyebabkan intensitas dan ketinggian banjir rob terus meningkat. Pertama, fenomena pasang surut yang merupakan siklus 15 harian akibat interaksi bulan dan bumi. Jika terjadi pasang naik, maka air laut akan masuk ke daratan dan menyebabkan banjir rob.

“Kedua meningkatnya debit air di muara sungai-sungai besar di pesisir utara Jawa akibat hujan deras dan rusaknya kawasan hulu di beberapa daerah aliran sungai di Jawa sebagai konsekuensi berubahnya tata guna lahan dan menurunnya fungsi konservasi lingkungan,” katanya, dalam keterangannya, Kamis (27/5).

Ketiga, fenomena perubahan iklim yang telah ditandai dengan meningkatnya frekuensi kejadian hujan ekstrem, yaitu hujan dengan intensitas yang sangat tinggi.

Keempat, turunnya permukaan tanah pesisir akibat pengambilan air tanah secara berlebihan sebagai akibat tidak terpenuhinya kebutuhan air domestik menggunakan air permukaan.

“Kali ini cukup besar, karena ketinggian banjirnya juga cukup besar. Diperaparah lagi, kejadian di Semarang, jebolnya tanggul sehingga tinggi rendaman mencapai 1,5 meter,” kata dia.

Seperti diketahui, banjir rob menggenangi pesisir utara Jawa mulai dari Kota Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Pati, Rembang hingga Tuban dan Lamongan. Meski sudah menjadi siklus bulanan dan dianggap fenomena biasa, namun banjir rob kali ini adalah yang terburuk dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Analisis utamanya, biasanya orang melihat penyebabnya adanya pasang surut, yang kedua adanya hujan yang cukup ekstrem,” jelas dia.

"Berapa faktor tersebut di atas tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Pasang surut misalnya. Namun, sebagian besar faktor tersebut dapat dikelola dan direncanakan upaya perbaikannya," ujarnya.

Selain faktor alam, faktor manusia juga menyumbang kerusakan alam yang memicu banjir rob, yaitu perubahan tata guna lahan contohnya.

Untuk mengurangi atau menghilangkan sama sekali banjir rob di pesisir utara Jawa, faktor-faktor tersebut harus dikelola sebagai bagian dari upaya mitigas bencana banjir rob.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS