Home Politik Bawaslu Jateng Sebut Musuh Utama Pemilu 2024 Adalah Politik Uang

Bawaslu Jateng Sebut Musuh Utama Pemilu 2024 Adalah Politik Uang

Semarang, Gatra.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Tengah menyebutkan musuh utama Pemilu dan Pilkada serentak 2024 adalah politik uang.

“Politik uang memiliki dampak luar biasa untuk mempengaruhi pemilih,” kara Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah, M. Rofiuddin, dalam rapat dengan media dan stakeholder terkait persiapan pengawasan Pemilu 2024 di Semarang, Selasa (31/5).

Menurutnya, politik uang akan menyasar semua lapisan masyarakat, termasuk kepada keluarga penyelenggaran Pemilu.

“Istri saya pernah ditawari uang oleh tim sukses calon kepala daerah, padahal sudah tahu kalau saya anggota Bawaslu,” ujarnya.

Bawaslu Jawa Tengah (Jateng), sambung Rofi panggilan Rofiuddin telah melakukan langkah antisipasi politik uang antara lain, dengan membentuk desa anti politik uang.

Dia menyebutkan sampai sekarang sudah terbentuk sekitar 550 desa anti politik uang di seluruh Jateng. “Memang masih sedikt dibandingkan dengan jumlah desa di Jateng mencapai lebih dari 7.000 desa,” katanya.

Rofi menambahan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024 akan menjadi pekerjaan yang luar biasa besar bagi Bawaslu Jateng sehingga membutuhkan sinergitas dengan stakeholder, termasuk media untuk melakukan pengawasan bersama.

“Kami akan melakukan sinergitas dan kerja sama dengan stakeholder dan media untuk mencegah kecurangan pada Pemilu dan Pilkada mendatang,” katanya

Sementara, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Nur Syamsudin dalam kesempatan sama menegaskan, politik uang dalam Pemilu dan Pilkada sulit dihilangkan.

Praktik politik uang, sambung Nur sudah berlangsung lama sejak diberlakukan Pilkada langsung 2005 sudah marak. “Saya pernah melakukan penelitian politik uang di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang dilakukan para calon untuk bisa menang,” ujarnya.

Akademisi dan Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI), imbuh Nur telah melakukan pengkajian untuk mengilangkan praktik politik uang pada Pemilu dan Pilkada, tapi belum berhasil. “Menurut saya untuk mengilangkan politik uang adalah dengan mengubah budaya masyarakat,” ujarnya.

930