Home Olahraga Hadapi Gugatan Perusahaan Belgia, PSSI Menang di Pengadilan Arbitrase Olahraga,

Hadapi Gugatan Perusahaan Belgia, PSSI Menang di Pengadilan Arbitrase Olahraga,

Jakarta, Gatra.com - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang bermarkas di Lausanne, Swiss, memenangkan PSSI dari gugatan perusahaan asal Belgia, Target Eleven. Dalam putusan CAS itu, Pemohon (Targert Eleven) tidak bisa memenuhi persyaratan yang diajukan oleh CAS.

Adapun surat dari panitia arbitrase itu dikirimkan kepada Pemohon pada 3 Juni 2022 dan hingga 6 Juni syarat yang diajukan oleh CAS tidak bisa dipenuhi Pemohon.

‘’Mengingat hal di atas dan dengan tidak bisanya syarat yang ditentukan oleh CAS, Presiden Divisi Arbitrase Biasa CAS atau wakilnya akan memberikan perintah penghentian perkara sesuai dengan pasal R64.2 paragraf 2 dari Kode Arbitrase terkait Olahraga,’’ ujar pengacara yang ditunjuk PSSI di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) Sophie Roud.

Seperti diketahui, Target Eleven menuntut PSSI untuk membayar ganti rugi sebesar 47 juta dolar AS lantaran kerjasama yang macet pada 2013 silam.

Kala itu, Target Eleven dan PSSI sepakat bekerja sama dalam rangka meningkatkan profesionalisme dua kompetisi sepak bola di Indonesia sepanjang 10 tahun dan dimulai pada 2013.

Sayangnya, kerja sama tersebut tak berjalan seperti yang diharapkan.

Dualisme federasi dan kompetisi, penunggakan gaji pemain, skandal pengaturan skor, dan intervensi dari pemerintah membuat Indonesia dibekukan FIFA pada 2015.

Sejumlah persolan pelik tersebut ditengarai menjadi penyebab pembayaran kesepakatan kontrak antara PSSI dengan Target Eleven tersendat.

Gugatan ini merupakan yang kedua dilayangkan Target Eleven. Laporan pertama pada 9 Juni 2021 sempat ditangguhkan mengingat adanya itikad baik dari PSSI untuk menyelesaikan permasalahan secara baik. Hanya saja, tidak adanya perkembangan signifikan, menjadi alasan Target Eleven kembali melaporkan PSSI ke CAS.

PSSI menyambut baik putusan CAS yang memenangkan PSSI dalam perkara ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Komite Eksekutif PSSI, Ahmad Riyadh. Dia menegaskan bahwa

Kepengurusan PSSI saat ini tidak tahu-menahu dengan apa yang dilakukan kepengurusan PSSI di tahun 2013. "Sekarang semua sudah jelas setelah adanya keputusan dari CAS itu,’’ ujarnya.

164