Home Gaya Hidup Siaga Karhutla, KPHP Hulu Mulai Bentuk Desa Siaga Api

Siaga Karhutla, KPHP Hulu Mulai Bentuk Desa Siaga Api

Sarolangun, Gatra.com – Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap musim kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim panas tahun ini, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) unit VII Hulu Sarolangun, Jambi, mulai melakukan kegiatan pembentukan masyarakat peduli api atau Desa Siaga Api.

"Ya, sampai hari ini sudah mulai kita bentuk di Desa Muara Air Dua dan Desa Sungai Keradak, Kecamatan Batang Asai," kata kepala KPHP unit VII Hulu Sarolangun, Baim Arbain, ketika dikonfirmasi Gatra.com pada Minggu (19/6).

Ia mengatakan, selain itu, dua desa lagi nanti akan disosialisasikan penggunaan cuka kayu, adalah cara membuka lahan dengan tidak melakukan pembakaran. Kedua desa tersebut yaitu Lubuk Bangkar dan Muara Pemuat.

"Kita juga sudah siapkan peralatan pemadam kebakaran, nantinya peralatan ini bisa untuk kita men-support manggala agni dan BPBD Kabupaten," katanya.

Saat ditanya berapa desa yang ditargetkan untuk Desa Siaga Api tahun ini, ia menyebut bahwa sebenarnya tahun sebelumnya sudah ada, tapi untuk tahun ini hanya empat desa. Dua desa untuk desa siaga api dan dua lagi sosialisasi penggunaan cuka kayu.

"Untuk desa siaga api, kita bentuk untuk satu desa sebanyak 15 orang anggota dan ditambah lagi dengan para koordinatornya. Jadi, totalnya ada sekitar 20 orang," ujarnya.

Ia menjelaskan, desa siaga api ini dibentuk di desa yang rawan karhutla alias sering munculnya titik api dan hutannya memang yang masih bagus.

Di wilayah kerja KPHP Hulu ini, daerah yang paling rawan sering munculnya titik api itu sering terdapat di daerah perbatasan dengan Kabupaten tetangga seperti Merangin. 

Dari Desa Muara Pemuat sampai la ke wilayah Desa Sungai Keradak, beberapa kali pihaknya melakukan pengecekan. Titik apinya memang dari Kabupaten Merangin, bukan dari wilayah Kabupaten Sarolangun.

"Dan rata-rata munculnya titik api itu kebanyakan berasal dari lahan masyarakat. Kalau di Kecamatan Limun itu di wilayah Desa Temenggung yang sering kita temukan titik apinya," kata Baim Arbain.

"Harapan kami memang bersama stakeholder yang terkait, mari sama-sama kita peduli terhadap hal ini demi kebaikan kita bersama," katanya lagi.
 

136