Home Kesehatan Jaga Kesehatan Mental Anak Saat Pandemi, Begini Caranya

Jaga Kesehatan Mental Anak Saat Pandemi, Begini Caranya

Yogyakarta, Gatra.com– Psikolog klinis anak, Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si memaparkan bahwa selama pandemi, anak ikut menjalani pembatasan sosial. Sehingga mayoritas waktunya hanya berinteraksi dengan orang-orang terdekat dan banyak terpapar audio visual electronic devices secara berlebihan.

Menurut dia, apabila anak tidak mendapat intervensi dan stimulasi yang tepat, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan anak anak secara keseluruhan. "Meliputi aspek perkembangan kognitif, emosi, sosial, motorik, bahasa dan pembentukan karakter," katanya dalam peluncuran PAUD Generasi Maju di Taman Pintar, Yogyakarta yang berlangsung secara hybrid, Jumat (1/7).

Dr. Gamayanti mengatakan bahwa hal ini akan dapat berpengaruh pula pada kesehatan mentalnya. Keluarga perlu aktif-kreatif memberikan stimulasi yang komprehensif  agar anak tidak kehilangan semangat bereksplorasi.

“Anak belajar dari lingkungannya, belajar dari kebijaksanaan semesta,  tidak kalah penting adalah menanamkan ‘kepekaan rasa’ yang akan memberikan keseimbangan dan arah dalam menghadapi kehidupan nantinya," jelas Dr. Gamayanti.

Selanjutnya perlu dibimbing dengan berinteraksi secara positif dan efektif yang merupakan metode pembelajaran interaktif atau interactive learning yang  menyenangkan, dan menarik. Apabila semua aspek perkembangan terstimulasi dengan baik, anak akan tumbuh menjadi anak yang  unggul dan berkarakter.

Anak mampu mengembangkan potensi positifnya,  percaya diri, kreatif, pandai bergaul dan memiliki ketahanan mental yang prima. Mengajak anak bermain di ruang publik yang menyediakan sarana rekreatif dan edukatif, seperti di PAUD Generasi Maju - Taman Pintar dapat meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak serta memberikan stimulasi perkembangan pada semua aspeknya.

"Selain memberikan stimulasi agar perkembangan  anak optimal, anak memerlukan pemenuhan nutrisi sesuai pedoman Isi Piringku,” jelas  Dr. Gamayanti. 

Dalam usahanya untuk menyosialisasikan kampanye Isi Piringku, Danone Indonesia menyusun dan memproduksi buku edukasi “Isi Piringku” berupa pedoman edukasi yang dapat digunakan oleh guru-guru PAUD untuk edukasi makan dan minum sekali saji bagi anak usia 4-6 tahun pada tahun 2017 bekerjasama dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) – IPB.

Pada tahun 2021, situasi pandemi menjadi alasan kuat Danone Indonesia menggiatkan edukasi Isi Piringku agar anak-anak tetap terpenuhi kebutuhan gizi seimbangnya. Edukasi tahun 2021 ini telah menyasar 2.269 PAUD/TK dari 6 Provinsi, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Bali, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta dengan 3.941 guru, 49.982 siswa, dan 49,979 orangtua  penerima manfaat.

Sebagai mitra dalam menjalankan program edukasi di Yogyakarta, Ketua Yayasan Pendidikan Integral Satu Bumi (One Earth) - Dr. NW Suriastini, M.Phil mengatakan, sejak tahun 2011 bersama One Earth, Danone Indonesia menyelenggarakan program edukasi nutrisi yang dilatarbelakangi oleh kondisi keadaan status Gizi Anak Balita Indonesia.

Program ini mencakup edukasi bagi anak-anak dalam bentuk “Pesta Anak World Class Citizen” dan “Program Parenting Ayo Melek Gizi” yang dilaksanakan di  Wahana PAUD  Generasi Maju - Taman Pintar.

" masa transisi, kami kembali memperluas edukasi Isi Piringku kepada lebih banyak masyarakat melalui program-program tatap muka. Kami akan mendukung pemerintah melakukan edukasi ke beberapa PAUD di wilayah DIY, termasuk di PAUD Generasi Maju di Taman Pintar,” ungkap Dr. Suriastini.

84