Home Teknologi Minimalisir Resiko, SDM Industri Bahan Kimia Didorong untuk Bersertifikasi

Minimalisir Resiko, SDM Industri Bahan Kimia Didorong untuk Bersertifikasi

Depok, Gatra.com - Meningkatnya roda ekonomi di sektor industri kimia paska pandemi Covid-19 mengharuskan pemerintah untuk kembali menggalakan tanggap darurat bahan kimia. Prosesi pelatihan dan pembinaan pun dinilai penting dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja.

Direktur Industri Kimia Hulu, Kementerian Perindustrian, Fridy Juwono, mengakui kegiatan industri kimia selalu memiliki potensi risiko bahaya sebagai konsekuensi atas sifat bahaya pada bahan kimia tersebut. Resiko ini dapat muncul sebagai akibat dari bencana alam, kelalaian manusia, maupun kegagalan peralatan.

"Apabila kita gagal dalam mengelola risiko tersebut dan bermuara pada terjadinya insiden, maka perusahaan industri berpotensi mengalami kerugian dengan nilai yang besar," ujarnya saat ditemui di Kampus FMIPA Universitas Indonesia, Rabu (13/7).

Oleh karenanya, tanggap darurat bahan kimia merupakan isu besar yang tidak bisa dianggap remeh. ia berharap kegiatan pelatihan dan sertifikasi dapat semakin meningkatkan kapasitas para pelaku industri dalam menegakkan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan di tempat kerja masing-masing.

Di kesempatan yang sama, Anggota BNSP, Bonardo Aldo Tobing, pun sepaham terkait pentingnya memastikan kompetensi dan sertifikasi SDM industri kimia Indonesia dalam memahami penanganan bahan kimia. Pihaknya pun siap mendukung pelaksanaan, pelatihan, sertifikasi guna meminimalisir resiko di sektor industri tersebut.

"Setelah pelatihan, sertifikat kompetensi akan diterbitkan dan dikeluarkan oleh lembaga yang diberi otoritas oleh negara sebagai bentuk pengakuan," paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia (UI), Dede Djuhana, mengatakan tahun ini pihaknya pun akan memberikan mendukung dalam program pelatihan SDM untuk penanganan bahan kimia. Saat ini sudah terdapat 10 kelas bagi 120 peserta pelatihan di kampus UI Salemba dan Depok.

“Tema besar penanganan darurat bahan kimia. Khusus inventori kimia bagaimana agar intinya mengurangi kecelakaan yang terkait bahan kimia,” terangnya.

Terakhir, Kepala BPSDMI, Arus Gunawan, mengatakan pun setuju bahwa pelatihan berbasis kompetensi merupakan salah satu harapan untuk memajukan industri.

"Besar harapan kami, melalui program ini dapat mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045," jelas Arus.

128