Home Regional Menteri Teten Pastikan Infrastruktur Publik Sediakan Tempat untuk UMKM

Menteri Teten Pastikan Infrastruktur Publik Sediakan Tempat untuk UMKM

Brebes, Gatra.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan infrastruktur publik sudah menyediakan minimal 30 persen arealnya untuk UMKM. Hal ini menyusul ditandatanganinya Nota Kesepahaman atau MoU antara Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perhubungan di Rest Area KM 260B Banjaratma, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (15/7).

"Bagi infrastruktur publik wajib memberikan ruang usaha bagi UMKM. Sekarang pengelola rest area, terminal, stasiun, maupun bandara tak usah ragu lagi. Meskipun 100 persen produknya UMKM, justru mampu menarik pengunjung lebih besar, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa," kata Teten usai penandatangan MoU.

MoU yang ditandangani tersebut disusun sesuai mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM. PP tersebut mengamanatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan badan usaha swasta wajib menyediakan tempat promosi dan pengembangan usaha mikro dan usaha kecil paling sedikit 30 persen dari total luas lahan area komersial, luas tempat perbelanjaan, atau tempat promosi yang strategis pada infrastruktur publik.

"Kementerian Koperasi dan UKM diminta untuk mempercepat implementasi PP Nomor 7 tersebut. Kabar baiknya, hingga saat ini bahkan persentase pemberian ruang publik kepada UMKM sudah melampaui angka 30 persen," ujar Teten.

Menurut dia, produk UMKM saat ini sudah sangat memiliki daya tarik dan berkualitas. Dengan disediakan tempat di area infrastruktur publik seperti rest area, pengendara yang datang bisa beristirahat sekaligus berbelanja.

"Di mana hal ini sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Kerjasama ini mempercepat target Presiden Joko Widodo dalam menyediakan ruang usaha bagi UMKM," ujarnya.

Teten mengatakan, Rest Area KM 260B Banjaratma dipilih menjadi tempat penandatanganan MoU karena pengelolannya sangat baik. Tempat peristirahatan di ruas Tol Trans Jawa yang menempati bekas bangunan pabrik gula itu menjadi role model bagi penyedia infrastruktur publik dalam menyediakan ruang promosi untuk UMKM.

Diharapkan rest area seperti Rest Area Banjaratma dapat terus bertumbuh di berbagai kota sebagai ruang usaha bagi UMKM minimal 30 persen pada infrastruktur publik. Sehingga dapat menambah destinasi pariwisata, dan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

"Saya berterima kasih kepada pengelola Rest Area Banjaratma ini karena sejak awal memberikan kemudahan bagi UMKM, terutama soal tarif. Bahkan pada awal pandemi Covid-19, diberikan pembebasan sewa dengan keringanan hingga 50 persen," ucapnya.

Teten menyebut, kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada penguatan UMKM. Di tengah ancaman krisis pada ekonomi global, UMKM terbukti tangguh dari krisis ke krisis.

"Bagaimana UMKM kita dampingi dan beri space, maka mereka tangguh. UMKM tak lagi ditempatkan sebagai buffer, tetapi sebagai ekonomi subsistem, yakni sebagai fondasi ekonomi nasional. Mari kita berbelanja produk lokal, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam sambutan secara virtual mengatakan, Presiden Jokowi menekankan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar bagi ekonomi nasional. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan turut mendukung dengan meyiapkan sistem transportasi yang layak sebagai akses kepada UMKM.

“Infrastruktur transportasi yang layak, menjadi nilai tambah bagi masyarakat. Bahkan pembangunan infrastruktur turut meningkatkan ekonomi pariwisata dan ekonomi dalam negeri secara keseluruhan. Kami menyambut baik MoU ini, Kemenhub mendukung pemanfaatan infrastruktur publik agar dapat dimplementasi dengan komitmen pihak terkait, selaku pemerintah untuk dapat terus berkolaborasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, Dina Yunanda menyebut 85 persen area di Rest Area Banjaratma diisi oleh UMKM. "Yang UMKM ada 158, non UMKM ada 18. Jadi satu gedung hampir semua isinya UMKM. Kemudian karyawannya ada sekitar 600 dari warga sekitar," ujarnya, Jumat (15/7).

Menurut Dina, penyediaan tempat tersebut mampu membantu UMKM dalam menjual produk-produknya. Terlebih, banyak pengendara yang singgah di Rest Area Banjaratma setiap harinya. "Rata-rata hari biasa ada 3.000 kendaraan kecil yang singgah. Kalau hari Sabtu dan Minggu 6.000 sampai 8.000 kendaraan kecil," ungkapnya.

176