Home Ekonomi Menparekraf Ajak Investor Tanamkan Investasi di DSP dan KEK Pariwisata

Menparekraf Ajak Investor Tanamkan Investasi di DSP dan KEK Pariwisata

Jakarta, Gatra.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak para investor untuk berinvestasi di lima Destinasi Super Prioritas (DSP) dan delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Sandi dalam keterangan pada Jumat (29/7), mengungkapkan, pihaknya mengajak para investor karena sejumlah destinasi pariwisata itu sangat menarik dan mempunyai peluang yang sangat besar.

“Sebelum saya bertugas ke pemerintahan, dahulu mengelola investasi, dan saya melihat peluangnya sangat besar. Apalagi investasi yang begitu banyak menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Lebih jauh Sandi dalam “Forum Investasi dan Pembiayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” gelaran Kemenparekraf, Himpunan Anak Media, dan Artotel Group tersebut mengungkapkan bahwa sesuai hasil studi, pariwisata dan ekonomi kreatif menciptakan enam kali lipat jumlah lapangan pekerjaan dalam setiap 1 dollar off investment.

Adapun kebutuhan investasi dan pembiayaan di 8 KEK Pariwisata seperti Morotai, Singosari, Tanjung Lesung, Likupang, Lido, Nongsa, Tanjung Kelayang, dan Mandalika sebesar Rp226,79 triliun. Sedangkan kebutuhan investasi dan pembiayaan di 3 Badan Otorita Pariwisata, yakni Borobudur, Labuan Bajo, dan Danau Toba sebesar Rp6,7 triliun.

Sandi mengungkapkan, peluang di sektor pariwisata tersebut sangat besar karena pada Mei 2022, World Economic Forum telah merilis Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2022. Hasilnya, Indonesia berada pada peringkat 32 dari 117 negara, atau naik 12 posisi dibandingkan tahun 2019.

“Para investor melihat ada peluang yang signifikan yang dilihat dari TTDI Indonesia yang naik 12 peringkat di atas Thailand dan Malaysia sehingga ini membuka untuk berinvestasi,” ujarnya.

Sandi menjelaskan, sistem KEK ini menarik karena bisa memberikan insentif dari keuangan, perpajakan, pembiayaan, dan pengelolaan lahan. KEK ini adalah model yang juga sudah digunakan negara-negara lain.

Ia mengharapkan, terbukanya peluang investasi di sektor pariwisata Indonesia ini dapat mendorong kebangkitan ekonomi karena terdapat lapangan pekerjaan baru tahun 2021.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), ujar Sandi, proyek-proyek infrastruktur harus selesai pada 2023?–2024. Proyek-proyek tersebut tidak boleh ada yang mangkrak sehingga investor harus segera mmenyelesaikannya agar target 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024 dapat terealisasikan.

Menurutnya, yang diperlukan 8 KEK Pariwisata, 5 DSP, dan 12 sustainable tourism yang mencari sustainable projects alternative, saat ini tinggal eksekusinya untuk memberikan dampak yang luas karena skema pembiayaannya telah ada.

Adapun yang paling mendesak, menurut Sandi, adalah realisasi investasi akomodasi di lima DSP untuk menggelar event-event berskala internasional agar sektor parekraf siap menyambut event-event besar, seperti KTT G20 atau ASEAN Summit.

“Diharapkan melalui Forum ini, kita dapat menyaksikan peluang-peluang investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” katanya.

Sandi juga mengharapkan melalui forum seperti ini juga dapat menyusun skema-skema pembiayaan yang bisa diterapkan pada proyek pariwisata lainnya sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan di lima DSP dan delapan KEK Pariwisata.

Deputi Bidang Industri dan Investasi, Henky Manurung, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk percepatan pembangunan KEK pariwisata, Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata, dan Sustainable Tourism Investment Project melalui penyediaan alternatif skema pembiayaan yang bisa diberikan oleh Lembaga Pembiayaan maupun oleh investor lainnya.

Henky menyampaikan, forum ini diharapkan daat menghasilkan komitmen positif antara lembaga pembiayaan dengan pengelola kawasan guna mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan project pariwisata.