Home Ekonomi Panel Surya Salah Satu Solusi Kunci Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan

Panel Surya Salah Satu Solusi Kunci Transisi Energi Bersih dan Berkelanjutan

Jakarta, Gatra.com - Diperlukan sosialisasi energi baru terbarukan (EBT) dan energi hijau untuk mengurangi pemanasan global. Salah satunya adalah upaya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditempatkan sebagai proyek strategis nasional transisi energi bersih oleh pemerintah.

Salah satu yang menawarkan solusi dari Tenaga Listrik Tenaga Surya adalah Suryanesia, perusahaan rintisan energi terbarukan di bidang panel surya. Suryanesia mempunyai visi mengurangi pemanasan global dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebagai kunci dari transisi energi bersih dan berkelanjutan melalui pemasangan panel surya.

Founder dan CEO Suryanesia, Rheza Adhihusada mengatakan bahwa Suryanesia hadir melalui komitmennya untuk membantu pemerintah dalam pencapaian strategis nasional transisi energi bersih. “Kami hadir dengan solusi dan teknologi untuk membantu konsumen atau perusahaan dalam meningkatkan keuntungan dan mendukung energi berkelanjutan," katanya dalam keterangan persnya, Jumat (29/7).

Melalui Solar-as-a-Service, kata Rheza, Suryanesia berinvestasi, mendesain, menginstalasi, mengoperasikan & memelihara PLTS dengan kontrak 25 tahun. "Selain mendukung energi hijau, memasang panel surya juga dapat menghemat biaya listrik dengan proses instalasi dan pengoperasian yang mudah,” paparnya.

Menurut dia, diperlukan komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat juga pemangku bisnis untuk transisi menuju energi hijau dan berkelanjutan, demi mewujudkan dunia yang masih layak huni untuk generasi mendatang. “Pemasangan panel surya tidak hanya berkontribusi dalam memberikan bauran energi secara nasional, tapi juga memberikan alternatif energi bersih dan ramah lingkungan," kata Rheza.

CEO Breakfast Forum diselenggarakan dengan format Dialog Bisnis yang dihadiri beberapa narasumber lain sebagai pembicara yang membahas tentang kesiapan pemerintah Indonesia dan juga sektor swasta dalam transisi energi bersih dan terbarukan.

Sedikitnya ada 70 peserta dari minimal 55 perusahaan yang berasal dari sektor manufaktur otomotif dan suku cadang, industri plastik dan karet, makanan dan minuman, tekstil, dan perusahaan manufaktur konsumsi energi lainnya.

Ketua Net Zero Hub KADIN Indonesia, M. Yusrizki menjelaskan bahwa CEO Breakfast Forum dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang urgensi transisi energi menuju energi hijau di sektor manufaktur Indonesia.

KADIN juga mempunyai inisiatif untuk membantu perusahaan-perusahaan termasuk UKM untuk melakukan transisi dan mendukung pencapaian Indonesia net zero emission di 2060 atau lebih awal. "Ini merupakan aksi nyata kolaborasi pemerintah, swasta dan masyarakat,” papar Yusrizki.

Di kesempatan yang sama, diadakan penandatanganan perjanjian kerja sama sewa PLTS Atap antara Suryanesia dengan PT PIM Pharmaceuticals dan PT Helmigs Prima Sejahtera, salah satu grup perusahaan farmasi terbesar dan tertua di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1934.

“Sustainability di bidang green energy merupakan legacy kami, dimulai dari penggunaan listrik yang dihasilkan panel surya untuk kebutuhan kantor. Dan pada hari ini, kami meresmikan kerja sama dengan Suryanesia untuk pemasangan panel surya di pabrik PT PIM Pharmaceuticals dan PT Helmigs Prima Sejahtera yang berlokasi di Pasuruan," kata Direksi PT PIM Pharmaceuticals, Tirta Kusuma.

Menurut dia, ini merupakan misi perusahaan untuk menerapkan proses bisnis yang berkelanjutan dengan menggunakan green energy yang ramah lingkungan.