Home Nasional TNI AL Selamatkan 4 ABK KM Patria Meranti

TNI AL Selamatkan 4 ABK KM Patria Meranti

Jakarta, Gatra.com – TNI AL berhasil menyelamatkan empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Patria Meranti yang kapalnya tenggelam di Perairan Pulau Patah, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (30/7).

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang, Laksma TNI Kemas M Ikhwan Madani, dalam keterangan pers, Minggu (31/7), menyampaikan, pihaknya menurunan KRI Siwar 646 dan Sea Rider 01 Lanal Tanjung Balai Karimun, bersama Satpolair Polres Karimun untuk menyelamatkan keempat ABK tersebut.

KM Patria Meranti yang mengangkut sayur-sayuran dan buah-buahan sekitar 20 ton dari Tanjung Buton (Siak) dengan tujuan Tanjung Pinang itu tenggelam setelah dihantam obak besar.

Akibat hantaman ombak besar tersebut, lanjut dia, kapal menjadi oleng sehingga kemasukan air. Air masuk semakin deras dan tidak bisa ditanggulangi meskipun sudah dilakukan pengurasan menggunakan pompa hingga akhirnya tenggelam perlahan di Perairan Pulau Patah.

Keempat ABK KM Patria Meranti dalam kondisi selamat dan kemudian dievakuasi Tim SAR gabungan ke Kantor KKP kelas II Tanjung Balai Karimun untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

“Saat [keempat ABK] diselamatkan, kondisi kapal dalam kondisi nyaris tenggelam. Sebagian muatan telah tercecer ke laut,” ujarnya.

Kemas M Ikhwan Madani mengapresiasi kesigapan prajuritnya yang selalu hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya masyarakat pengguna laut.

Ia menegaskan bahwa kesiapan Prajurit Lantamal IV dan jajarannya selain dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pengguna laut.

Upaya penyelamatan ini sebagai implementasi pelaksanaan perintah pimpinan TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, yang selalu menekankan kepada jajaran TNI AL agar memanfaatkan dan melibatkan segala potensi yang dimiliki, baik personel maupun alutsista untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penanggulangan bencana dan SAR.

126