Home Ekonomi Startup Syariah Perlu Didorong Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Startup Syariah Perlu Didorong Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, Gatra.com– Start up syariah perlu didorong agar meningkatkan perannya dalam pemulihan ekonomi nasional. Meski begitu, halal lebih dalam dari angka-angka namun kemauan berkarya dengan cara yang baik bagi siapapun yang menikmatinya.

"Dengan demikian, potensi dapat bertemu asas keberfungsian yang memberi nafas pada setiap karya yang dihasilkan," kata Ketua Penyelengara Perwakilan Muslim Youth Voice, Adji Dimas dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/8).

Untuk mendukung itu, Tajir, Muslim Youth Voice (MyVoice) dan Mostlym, menyelenggarakan acara bertajuk #SaatnyaMaju, pada 27 – 31 Juli 2022 di Street Gallery Pondok Indah, Jakarta Selatan. Acara ini merupakah langkah perdana ketiga pilar tersebut dalam upaya membuka ruang bagi para Muslim tangguh untuk, tidak hanya berbagi, tetapi juga menggaungkan semangat mentransformasi energi menjadi potensi.

Acara ini menghadirkan lebih dari 10 komunitas dan 50 lebih exhibitor yang siap menceritakan perjuangan serta pengalamannya. Selain itu, ada lebih dari 20 talkshow yang menghadirkan praktisi serta figur inspiratif plus terdapat juga coaching clinic bagi para Bro dan Sis yang ingin menjajal keterampilannya dalam bidang FnB, craft hingga fotografi.

“Acara ini kita harapkan jadi stepping stone buat para pemuda Muslim agar menggali lagi semangat yang mungkin sempat kendur semasa pandemi Covid-19," kata Adji.

Merujuk informasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), mayoritas penduduk Indonesia merupakan generasi Z yang berusia 8 sampai 23 tahun. Yakni 27,94 persen dari total populasi yang memiliki tingkat adopsi digital dan pemahaman di bidang keuangan yang tinggi.

Oleh karenanya, generasi muda berperan penting dalam membangun perekonomian nasional. Terlebih lagi, pada 2030 mendatang, Indonesia diproyeksikan akan memasuki bonus demografi.

Yakni ketika angkatan kerja produktif mencapai 64 persen dari total penduduk. Strategi mengelola bonus demografi menjadi urgen untuk terus hadir di ruang-ruang diskusi. Pun pada kelompok pemuda Muslim, mengingat pertumbuhan sektor ekonomi Islam kini tidak lagi menggeliat di kancah nasional.

Global Islamic Economy Report 2020-2021 menyebut Indonesia mempertahankan posisi keempat secara keseluruhan dalam sektor Halal Food. Ekspor makanan halal ke negara-negara OKI, juga dikabarkan meningkat 16 persen pada 2021.

Selain itu, lanjut Adji, pihaknya juga berharap acara ini dapat memunculkan interaksi antar pemuda Muslim yang hadir dan akhirnya membentuk jejaring. Serta menularkan semangat secara natural.

“Kami terus memberikan ruang berkreasi dan beraktivitas bagi  generasi muda sesuai syariat serta menciptakan peluang usaha yang dapat menjadi mata pencaharian mereka," jelas Adji.