Home Ekonomi Kredit Bank BTPN Tembus Rp149 Triliun

Kredit Bank BTPN Tembus Rp149 Triliun

Jakarta, Gatra.com- PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) melaporkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit di industri perbankan pada kinerja semester pertama tahun 2022. Total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Juni 2022 mengalami peningkatan sebesar 10% (yoy) ke posisi Rp149,26 triliun.

Adapun di segmen korporasi meningkat sebesar 22% (yoy) dan adanya peningkatan pada kredit syariah sebesar 11% (yoy), sehingga total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Juni 2022 mengalami peningkatan sebesar 10% (yoy) ke posisi Rp149,26 triliun.

Seperti yang dilaporkan Bank Indonesia, rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai 9,03% year-on-year (yoy) per Mei 2022. Bank BTPN juga mencatatkan peningkatan aset sebesar 11% (yoy), dari Rp175,93 triliun menjadi Rp195,47 triliun pada Triwulan II 2022.

“Bank BTPN berhasil menunjukkan kinerja baik sepanjang semester-I tahun ini. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami yang senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Plt Direktur Utama Bank BTPN, Kaoru Furuya dalam paparan kinerjanya, Selasa (2/8).

Selain itu, Bank BTPN juga mampu menjaga kualitas kredit tetap baik, seperti tercermin dari rasio gross Non-Performing Loan (NPL) yang berada di level 1,35% atau menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 1,46%. Serta masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04% pada akhir Mei 2022.

Tidak hanya itu, Bank BTPN juga mengoptimalkan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui penyesuaian dengan kebutuhan pendanaan kredit serta kebutuhan likuiditas Bank. Sehingga DPK Bank BTPN tercatat meningkat sebesar 7% (yoy) dari Rp96,64 triliun pada akhir Juni 2021 menjadi Rp103,17 triliun pada akhir Juni 2022.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya saldo Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38% (yoy) dari Rp28,28 triliun menjadi Rp38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari 29,3% menjadi 37,7%. Sementara time deposit mengalami penurunan sebesar 6% (yoy) menjadi Rp64,24 triliun.

Upaya menghimpun dana pihak ketiga dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund (Rupiah) turun dari 3,6% menjadi 2,9%.

Laba bersih setelah pajak Bank BTPN (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per akhir Triwulan II 2022 tercatat di angka Rp1.675 miliar, naik 2% (yoy) dari Rp1.641 miliar. Hal ini disebabkan oleh penurunan beban bunga sebesar 9% (yoy) serta peningkatan pendapatan operasional lainnya sebesar 5% (yoy), meskipun biaya operasional sedikit meningkat sebesar 2% (yoy) dari Rp3,44 triliun ke Rp3,50 triliun.

"Bank BTPN terus memantau kualitas kredit nasabah, mengelola restrukturisasi kredit, dan menjaga kecukupan pencadangan biaya kredit, tercatat penambahan biaya kredit sebesar 6% menjadi Rp740 miliar," ungkap Furuya.

Di tengah kondisi pandemi yang makin membaik, Bank BTPN berhasil meningkatkan pendapatan bunga bersih sebesar 2% (yoy) menjadi Rp5,72 triliun pada paruh pertama tahun ini, dari Rp5,59 triliun. Peningkatan ini dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dan penurunan beban bunga sebesar 9% (yoy) menjadi Rp1.704 miliar dari Rp1.879 miliar.

Namun dengan meningkatnya saldo CASA serta menurunnya suku bunga time deposit, di sisi yield terjadi penurunan. Sehingga berdampak pada lebih rendahnya NIM dari 6,76% pada triwulan II 2021 menjadi 6,34% pada triwulan II 2022

Bank BTPN juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 181,3% dan net stable funding ratio (NSFR) 121,3% pada posisi 30 Juni 2022. Perseroan mencatat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 25,2%.

Melalui visinya, Bank BTPN terus mengembangkan Jenius yang mengalami pertumbuhan registered user sebesar 19% (yoy), dari 3.345.061 per Juni 2021 menjadi 3.995.013 di periode yang sama tahun ini. 

Funding balance/DPK yang dikelola Jenius juga menunjukkan kenaikan sebesar 12% (yoy) menjadi 17,3 triliun dari 15,4 triliun di akhir Juni 2022. Flexi cash/Total Disbursement Credit yang disalurkan mencapai 602 miliar atau naik 148% (yoy) dari 243 miliar. 

“Kami berkomitmen untuk menjaga performa ini agar senantiasa menyediakan layanan perbankan terbaik guna memenuhi kebutuhan finansial nasabah berbagai segmen sehingga bisa mewujudkan hidup yang lebih berarti, termasuk melalui inovasi teknologi,” tutup Furuya.