Home Sumbagteng Said Aqil Siroj Ceramah di Perkebunan Sawit

Said Aqil Siroj Ceramah di Perkebunan Sawit

Batanghari, Gatra.com - Mustasyar PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A mendatangi PT Pratama Agro Sawit, Desa Simpang Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Jambi. 

Dihadapan petinggi perusahaan dan masyarakat setempat, mantan Ketua Umum PBNU periode 2010-2022 ini memberikan tausiyah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.

"Alhamdulillah saya sudah empat kali datang ke Kabupaten Batanghari. Hari ini saya senang sekali bisa hadir dihadapan masyarakat Desa Simpang Jelutih," kata Said mengawali ceramahnya, dua hari lalu. Berikut petikan ceramah itu;

Allah menciptakan manusia membawa amanat paling melekat sejak lahir sampai meninggal dunia sebelum amanat agama, sebelum harta, sebelum jabatan, sebelum titel, sebelum keluarga. Amanat itu adalah amanat insaniyah atau kemanusiaannya.

Agamanya apapun, siapapun, suku apapun, bangsa negara manapun, aliran, mazhab apapun diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk memujudkan tatanan kehidupan yang harmonis.

Manusia tak mungkin hidup sendirian. Ingin minum air satu gelas, akan menyangkut jutaan manusia, ingin minum teh secangkir menyangkut jutaan manusia. 

Butuh manusia yang mendatangkan air, butuh manusia yang menanam teh, butuh manusia pengangkut teh, butuh manusia pembuat pabrik teh dan manusia-manusia lainnya.

Walhasil, yang namanya manusia tak mungkin hidup sendirian. Yang bisa hidup sendiri hanya Allah, yang tidak butuh siapa-siapa hanya Allah. 

Kita sebagai manusia pasti membutuhkan satu sama lain untuk saling melengkapi, saling mendukung dan saling tolong menolong.

Islam berasal dari kata Salam, Damai. Islam sangat anti permusuhan. Islam sangat melarang permusuhan, Islam adalah agama yang membawa misi perdamaian. Hati orang Islam harus dibersihkan dari rasa permusuhan dan kebencian. Hati orang Islam harus diisi dengan saling mencintai dan saling menghormati.

Islam berasal dari kata salamatun atau selamat. Orang Islam itu tetangganya, temannya, sekitarnya harus merasa aman dari perbuatannya, dari ucapnya dan dari tindakannya. 

Saya misalnya tinggal di Batanghari. Maka masyarakat sekitar saya harus merasa aman, tenang, tentram, tidak terganggu dengan wujud saya, dengan adanya saya di sini, barulah saya seorang Islam.

Islam dari kata Taslim atau menyerahkan diri total kepada Allah. Orang Islam harus punya prinsip pasrah, menyerah total dan yakin hidup ini baik buruk, suka duka, untung rugi semua merupakan kehendak Allah. 

Kita harus terus bersyukur. Pertama kita diberikan Allah kesehatan luar biasa. Setiap bangun tidur kita masih bernafas, masih hidup, sehat.

Indonesia kaya, Jambi kaya. Semuanya ada, mulai dari gas, batubara, karet, kelapa sawit, hutan, pertanian, sawah, semuanya ada. Harus diterima pemberian Allah yang luar biasa. 

Kalau kita benar-benar hamba Allah yang soleh, harus menerima pemberian Allah yang sangat luar biasa ini. Jambi harus maju, sawit harus maju, karet harus berhasil. Tak boleh orang Jambi ada kelaparan.

Saya percaya PT PAS di bawah kepemimpinan Pak Petrus Tjandra akan membangun ekonomi kerakyatan, akan menanam sawit demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batanghari. 

Perusahaan jangan memperkaya diri sendiri, tidak hanya mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya demi diri sendiri, tapi demi kemajuan bersama-sama.

Kalau sudah terbangun kesejahteraan masyarakat, PT PAS nantinya akan membangun fasilitas pendidikan, kesehatan, agama, kemanusiaan, kebudayaan. 

Ada negara, ekonominya maju tapi pendidikan kurang maju yakni Arab Saudi. Lalu ada pula negara pendidikan maju, rata-rata doktor tapi ekonominya morat-marit yakni Mesir. 
Saya ingin ekonomi Jambi maju, peradaban maju, ekonomi maju agar tercipta masyarakat beragama, bermoral, berakhlak, berpendingin hingga sejahtera.

Jangan lupa, hubungan yang harmonis adalah hubungan berdasarkan kemanusiaan, bukan masalah Agama, bukan masalah lain-lain. Pak Petrus harus harmonis dengan masyarakat di sini dan sebaliknya pun demikian.