Home Hukum Neraka di Tahanan Imigrasi, Pekerja Banyak Jadi Korban, Pemerintah Malaysia Tidak Berbenah?

Neraka di Tahanan Imigrasi, Pekerja Banyak Jadi Korban, Pemerintah Malaysia Tidak Berbenah?

Jakarta, Gatra.com– Setelah peluncuran laporan “Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Malaysia” pada 24 Juni lalu, Tim Pencari Fakta (TPF) Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) tidak menemukan perbaikan apapun. Kondisi buruk masih saja terjadi.

Koalisi Buruh Migran juga menemukan kasus kematian tiga warga negara Indonesia (2 laki-laki dan 1 perempuan) di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Tawau, Sabah pada periode Mei-Juni 2022. Berbagai kematian akan terus terjadi selama tidak ada perbaikan dan hukuman bagi mereka yang tanggung jawab.

Ditemui GATRA pada saat demontrasi di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, salah satu Koalisi Buruh Migran Berdaulat Adhar menyatakan pihaknya hari ini (9/8) ingin menunjukkan bahwa pihaknya masih melawan dan menuntut perbaikan pusat tahanan di Sabah, Malaysia.

Di sisi lain, menurutnya juga tidak ada perubahan di pusat pemerintah Malaysia. Maka dari itu mereka menuntut dan menyelidiki masalah di Malaysia.

“Kami akan terus melawan terus melawan dan menuntut jika kondisi masih belum pulih serta masih banyak memakan korban.” tegasnya.

Pada Deportasi Juli lalu, KBMB juga menemukan banyak deportan yang datang dengan kondisi sakit. Setidaknya lima deportan tiba dengan menggunakan kursi roda. Ada tujuh deportan kemudian harus dirujuk ke rumah sakit Nunuka. Kondisi perempuan juga sangat memprihatikan. Terjadi pelanggaran atas hak kesehatan reproduksi bahkan DTI Tawau tidak satupun menyediakan pembalut, sehingga perempuan deportan harus menggunakan kain-kain yang dirobek sebagai gantinya. Terlebih banyak juga perempuan yang hamil dan keguguran.

Lebih lanjut, bahwa beberapa deportan menyatakan akan kembali ke Sabah karena tuntutan ekonomi dan terdapat keluarganya yang masih tertinggal di Sabah.

77