Home Regional Sampoerna Konsisten Tingkatkan Dukungan Bagi UMKM

Sampoerna Konsisten Tingkatkan Dukungan Bagi UMKM

Jakarta, Gatra.com – Di tengah pandemi Covid-19, Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terbukti mampu bertahan dan bangkit ikut dalam pemulihan ekonomi nasional. 

Salah satu perusahaan swasta yang memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM ialah Sampoerna. Perusahaan tercatat sejak 2007 telah memiliki program terintegrasi untuk pendampingan UMKM. 

Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, Ishak Danuningrat mengatakan bahwa perusahaannya percaya bahwa keberlanjutan berarti secara konsisten menciptakan nilai jangka panjang sebagai berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. 

Berakar dari falsafah tiga tangan, Sampoerna secara konsisten membantu mengembangkan UMKM dalam rangka mendukung PEN di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”.

“Kami hadir secara konsisten membina UMKM untuk menggali potensi daerah, meningkatkan daya saing dan berdayakan masyarakat sekitar. Sampoerna percaya pembinaan dapat memberikan dampak jangka panjang,” katanya, dalam keterangannya, Rabu (10/8). 

Ishak menyebut untuk pembinaan UMKM, Sampoerna memiliki dua program yakni Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). SETC telah hadir sejak 15 tahun lalu di Pasuruan, Jawa Timur di atas lahan seluas 27 hektare (ha). 

SETC hadir untuk memberikan pelatihan dan pengembangan UMKM yang memanfaatkan sumber daya di masing-masing daerah seperti pertanian hingga kuliner. Pelatihan SETC telah menjangkau lebih dari 56.000 peserta dan dilakukan di lebih dari 100 kota dan kabupaten. 

“Di Jawa Tengah, Sampoerna juga memberikan perhatian kepada pelestarian batik. Salah satunya di Lasem, Rembang. Batik Lasem memiliki corak khas yakni perpaduan motif batik Jawa dan corak Tiongkok. Hingga saat ini 42 pembatik sudah menerima manfaat pendampingan,” katanya. 

Ishak menambahkan Sampoerna juga mendukung Program Hetero di Provinsi Jawa Tengah. Hetero merupakan kompetisi startup yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah untuk memberdayakan generasi muda yang memiliki keinginan dan keyakinan untuk menemukan solusi atas masalah pada ruang lingkup tertentu.

“Salah satu UMKM yang berhasil melalui program Hetero adalah Tambiyaku, bidang usaha makanan sehat terjangkau berbahan dasar sorgum,” jelasnya. 

Di sisi lain, SRC fokus untuk meningkatkan daya saing toko kelontong agar dapat bertahan dan berkembang. SRC hadir sejak 2008 dan kini telah beranggotakan sekitar 165.000 toko kelontong yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Melalui SRC, Sampoerna juga mendukung digitalisasi bagi toko kelontong dengan aplikasi AYO SRC. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur yang membantu toko kelontong untuk bertransaksi seperti memesan barang ke pedagang besar/agen, hingga layanan pay latter. 

Pada Sabtu 6 Agustus lalu, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) bekerja sama dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) melalui payung program Sampoerna Untuk Indonesia menggelar webinar menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa UMKM berkontribusi besar terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 96,9 persen tenaga kerja. Sektor UMKM sempat turun tajam pada triwulan II tahun 2022, tetapi langsung bangkit pada triwulan berikutnya. 

"Pemerintah mendorong program khusus pemulihan ekonomi nasional (PEN)," katanya pada Webinar berjudul Kontribusi UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Nasional-Kolaborasi Multipihak dalam Pemberdayaan UMKM.

Airlangga menyebut bahwa melalui PEN pemerintah menghadirkan berbagai bentuk dukungan untuk UMKM yang terdampak Covid-19. Pemerintah telah merealisasikan program PEN untuk UMKM sebesar Rp121,20 triliun pada 2020 dan mengalokasikan Rp95,11 pada 2021 dengan terealisasi sebesar Rp63,19 triliun per akhir 2021.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa terdapat tiga tantangan yang dihadapi UMKM. Pertama, product knowledge di mana UMKM yakin produknya bagus sementara konsumen mungkin berpendapat berbeda. 

Kedua, akses permodalan. Kehadiran sejumlah program bantuan akses pembiayaan dari pemerintah perlu terus disosialisasikan dan didorong lewat pendampingan. 

Ketiga, meningkatkan pendampingan khususnya untuk akses pasar alias marketing. Pemerintah juga dapat menjadi off taker atau menjadi pembeli dengan catatan produk UMKM masuk dalam e-katalog lokal.

“UMKM kita kurasi libatkan Bank Indonesia, OJK, BUMN, BUMD, Swasta agar masuk e-Katalog. Tapi ingat harus continue, ini kalau tidak ada pendampingan mereka lupa. Satu kotak uang untuk hasil jualan, bayar utang dari situ, sekolahkan anak dari situ, pembukuannya kurang,” kata Ganjar yang juga Ketua Umum KAGAMA.

70