Home Pendidikan Lanjutkan Tradisi Juara, Mahasiswa FTUI Menang Internasional CIOB Global Student Challenge 2022

Lanjutkan Tradisi Juara, Mahasiswa FTUI Menang Internasional CIOB Global Student Challenge 2022

Depok, Gatra.com – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meraih gelar juara pada ajang kompetisi konstruksi internasional, The Chartered Institute of Building (CIOB) Global Student Challenge 2022 untuk keempat kalinya. Mahasiswa Tim Nawasena FTUI berhasil menjadi Runner Up di bawah bimbingan Guru Besar Departemen Teknik Sipil FTUI, Prof. Mohammed Ali Berawi.

Tim tersebut terdiri dari empat mahasiswa Departemen Teknik Sipil FTUI angkatan 2018, yakni Sylvia Larasati Putri, Muhamad Hafiz Setiawan, Muhammad Reza Imansyah, dan Cakraningrat Kencana Murti.

“Kompetisi ini pada dasarnya role playing. Setiap tim berperan untuk mengelola perusahaan konstruksi selama periode tertentu,” kata Sylvia yang menjadi Ketua Tim. Pada rancangan perusahaan virtual Tim Nawasena FTUI, manajemen perusahaan dipimpin oleh empat manajer, yaitu Financial Manager (Sylvia Larasati Putri), Overheads Manager (Muhammad Hafiz Setiawan), Estimating Manager (Cakraningrat Kencana Murti), dan Construction Manager (Muhammad Reza Imansyah).

Selama periode kompetisi, setiap tim diberikan data dan grafik untuk membantu tim menganalisis kinerja perusahaan termasuk informasi klien, nilai kontrak, keuangan perusahaan, harga saham, investasi, omset, laba, nilai, overhead, staf dan agensi, kapasitas dan pelatihan biaya.

Muhammad Hafiz menyatakan, terdapat enam putaran mingguan di tahap awal kompetisi. Tim dinilai setiap minggu berdasarkan Indikator Kinerja Utama, termasuk rasio Laba Kotor terhadap Perputaran, Rasio Laba Operasi terhadap Perputaran, Nilai Perusahaan, Harga Saham, dan Kepuasan Klien. “Dari hasil penilaian tersebut, panitia kemudian memilih enam tim teratas sebagai finalis, termasuk tim Nawasena FTUI,” ujar Hafiz.

Cakraningrat Kencana Murti menjelaskan, sejumlah tugas yang diemban manajemen perusahaan. Overhead Manager melakukan forecasting untuk melihat keadaan market pada babak yang sedang dijalani, memilih jenis proyek yang akan diambil ditentukan dan melakukan kalkulasi untuk staf manajemen perusahaan.

“Estimating manager bertugas mengambil keputusan terkait proyek mana yang cocok untuk meningkatkan performa dari perusahaan, memastikan perusahaan dapat mengamankan proyek tersebut dengan menentukan harga penawaran yang kompetitif didasarkan pada hasil pengestimasian akurat dibanding peserta-peserta lainnya,” kata Cakraningkrat.

Construction Manager bertugas mengendalikan proses pelaksanaan konstruksi bangunan yang telah dimenangkan melalui lelang. Terdapat dua hal yang dikontrol, yakni Project Manager (PM) dan Labour. Dalam melakukan pengontrolan, beberapa aspek dipertimbangkan termasuk kesulitan proyek, tingkat risiko, latar belakang PM, serta stabilitas keuangan perusahaan.

Financial Manager (FM) bertugas mengatur keuangan perusahaan agar kebutuhan biaya operasional serta ekspektasi stakeholder dapat terpenuhi, memprediksi biaya operasional serta keuntungan (kerja sama dengan manager lainnya), menentukan besar dividen dan investasi. Ada dua fokus utama untuk FM, yaitu meningkatkan Company Value dan Share Price.

Di kesempatan yang sama, Prof. Mohammed Ali Berawi mengatakan, asistensi terhadap tim mahasiswa FTUI sudah dimulai sejak 2019. “Kompetisi ini merupakan ajang pembuktian kemampuan mahasiswa menghasilkan berbagai strategi dan langkah taktis yang tepat sesuai perkembangan dinamika pembangunan dengan mempertimbangkan aspek teknis, investasi dan bisnis serta keberlanjutan proyek,” kata Prof. Mohammed.

Dikarenakan situasi pandemi, ajang kompetisi internasional bergengsi ini kembali diselenggarakan secara daring pada 19-25 Juni 2022 oleh The Chartered Institute of Building (UK), organisasi profesi manajemen konstruksi terbesar di dunia, dan diikuti oleh 35 tim dari seluruh dunia. Kompetisi ini menggunakan MERIT, sebuah gim online yang mensimulasikan manajemen sebuah perusahaan konstruksi.

“Berdasarkan rancangan yang kami buat, tim Nawasena FTUI meraih skor akhir 2.541. Nilai akhir ini hanya berbeda 3 poin dari tim peraih Juara Satu. Selain itu, dari grafik akhir dapat diketahui bahwa pertumbuhan perusahaan kami lebih sustainable dibandingkan dengan tim lain dalam segi share price,” ujar Reza.