Home Teknologi Gencarkan Edukasi Nuklir bagi Remaja, Mahasiswa FTUI Rancang Aplikasi MAJA

Gencarkan Edukasi Nuklir bagi Remaja, Mahasiswa FTUI Rancang Aplikasi MAJA

Depok, Gatra.com - Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya peningkatan emisi gas rumah kaca antara lain penggunaan bahan bakar fosil. Karena itu, dibutuhkan transisi energi ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

Salah satu sumber paling efisien bila dibandingkan sumber energi terbarukan lainnya adalah energi nuklir. Situasi dan tantangan tersebut menggugah Priscilla Tiffany, mahasiswa Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) untuk mengembangkan nuklir sebagai sumber energi primer.

Mahasiswa angkatan 2021 ini menuangkan idenya dalam paper berjudul “Youth for Nuclear Energy (YNE): Pemanfaatan Teknologi untuk Edukasi Menuju Target Implementasi Energi Nuklir 2050”.

Menurut Priscilla, berangkat dari permasalahan lingkungan dan minimnya ketertarikan masyarakat terhadap nuklir, ia menggagas sebuah aplikasi bernama Maja. “Maja merupakan potongan (dari) kata remaja. Aplikasi ini dikembangkan dengan target para remaja Indonesia sebagai penggunanya,” kata Priscilla.

Baca juga: Lanjutkan Tradisi Juara, Mahasiswa FTUI Menang Internasional CIOB Global Student Challenge 2022

Aplikasi Maja bermakna singkatan dari “mainin aja” yang menggambarkan konsep menarik dan menghibur, meski tujuan utamanya untuk memberikan edukasi dan promosi. Priscilla menerangkan lima fitur utama Maja.

Ilustrasi Riset Aplikasi Maja (Doc. FTUI)

Fitur pertama adalah Artificial Intelligence (AI), di mana informasi energi nuklir dikemas dalam bentuk kuis dan user dapat menggunakan suara atau speech recognition untuk menjawab pertanyaan. Selain memberikan pertanyaan dan kunci jawaban, Maja AI juga memberikan penjelasan mengenai kunci jawaban, sehingga user mendapatkan informasi baru terkait energi nuklir.

Fitur kedua adalah permainan. Pada fitur ini, user diajak untuk memainkan permainan simulasi reaktor nuklir pada PTLN sehingga user dapat merasakan pengalaman pribadi serta berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi terkait implementasi energi nuklir yang dirangkai dalam metode gamifikasi.

Baca juga: Mahasiswa UI Hadirkan Solusi Praktis untuk Persoalan Energi Terbarukan di Indonesia

Fitur permainan ini juga menjadi sarana edukasi untuk menunjukkan bahwa selama pengaturan pada reaktor nuklir dilakukan secara tepat, tidak akan terjadi ledakan reaktor seperti yang ditakutkan. Dalam permainan ini, user diajak untuk memahami dan menyimulasikan prosedur pembuangan limbah hasil reaktor nuklir, sehingga stigma yang salah mengenai limbah radioaktif dapat perlahan dihilangkan.

Fitur ketiga adalah artikel, yang memungkinkan user menggali sendiri informasi yang dibutuhkan mengenai energi nuklir. Pada fitur ini, user juga mendapatkan informasi mengenai berita terbaru terkait perkembangan energi nuklir.

Pengguna dapat berdiskusi dengan sesama pengguna Maja di fitur keempat. Dengan demikian, diperoleh berbagai sudut pandang dan sesama generasi muda Indonesia dapat saling mengedukasi dan mengoreksi apabila ada stigma yang kurang tepat terkait energi nuklir. Fitur ini juga bisa digunakan langsung tanpa harus membaca artikel terlebih dahulu.

Fitur kelima adalah komunitas. Gagasan pembuatan Maja didasari harapan agar Maja dapat menjadi sarana edukasi dan promosi yang menjangkau seluruh generasi muda Indonesia. Karena itu, lahir juga gagasan Youth for Nuclear Energy (YNE) yang merupakan komunitas beranggotakan generasi muda yang memiliki ketertarikan di bidang energi nuklir. Melalui komunitas ini, pemuda Indonesia bisa saling berdiskusi dan menyampaikan ide-ide inovatifnya untuk pengembangan energi nuklir di Indonesia.

Gagasan Priscilla Tiffany ini mengantarkannya meraih juara tiga pada Paper Competition Festival Nuklir Nasional 2021 yang diadakan oleh Universitas Bangka Belitung bersama PT ThorCon Power Indonesia.

Dekan FTUI Prof. Heri Hermansyah menyambut baik gagasan aplikasi Maja tersebut. Menurutnya, pemanfaatan energi nuklir dilakukan dengan mempertimbangan keamanan pasokan energi nasional dalam skala besar, mengurangi emisi karbon, mendahulukan potensi energi baru dan terbarukan sesuai nilai keekonomiannya, serta mempertimbangkan energi nuklir sebagai pilihan terakhir dengan memperhatikan faktor keselamatan.

Prof. Heri berharap, aplikasi Maja dapat membantu program sosialisasi kepada masyarakat Indonesia tentang manfaat energi nuklir di berbagai bidang. “Implementasi nuklir sebagai sumber energi, khususnya sebagai pembangkit listrik, masih menuai pro-kontra, sehingga menghambat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia,” katanya.

Generasi muda dapat turut berperan dalam upaya pengembangan PTLN, salah satunya dengan mengedukasi masyarakat. YNE membidik generasi muda Indonesia, karena di masa depan mereka berperan dalam pemenuhan target implementasi energi nuklir pada 2050.

70