Home Hiburan D’Masiv Rayakan Agustusan dengan Tur ke Negeri Paman Sam

D’Masiv Rayakan Agustusan dengan Tur ke Negeri Paman Sam

Jakarta, Gatra.com – Grup band kondang D’Masiv siap menjalani tur selama tiga pekan di Amerika Serikat dalam waktu dekat. Mereka direncanakan berangkat tepat di hari perayaan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 2022.

“Jadi kita bener-bener bawa nama Indonesia ke Amerika. Ini sebuah kehormatan tersendiri,” ucap Rian sang vokalis dalam konferensi pers di Kota Kasablanka, Senin, (15/8/2022).

Rian menambahkan bahwa tur ini pada dasarnya merupakan rangkaian dari mimpi besar D’Masiv yang ingin keliling dunia. Mimpi ini sempat tertunda lantaran pandemi Covid-19 melanda.

Sebelumnya, band yang merilis album pertama pada 2008 itu pernah manggung di Inggris, Irlandia, Australia, Korea Selatan, dan beberapa negara Asia Tenggara. AS menjadi tujuan teranyar mereka.

“Tadinya kita mau bikin tur album Time [album terbaru D’Masiv yang dirilis tahun 2022] ini di Indonesia dulu, tapi ternyata sempet terhalang sama pandemi. Akhirnya harus mundur. Kesempatannya kita malah manggung di luar dulu. Mungkin setelah tur di Amerika, baru di Indonesia,” tutur Rian.

Dalam tur di Negeri Paman Sam nanti, D’Masiv akan tampil di beberapa lokasi, yaitu Los Angeles, San Bernardino, San Fransisco, Washington DC, Pilladelphia, New York, dan Times Square. “Yang di Times Square ini yang seru. Ini gongnya lah,” ujar Rian.

Rian juga membeberkan mengapa Amerika Serikat menjadi tujuan tur D’Masiv kali ini. Dari segi musik, ia menilai tur ini bisa menjadi kesempatan berharga karena D’Masiv akan mengunjungi negara dengan musisi-musisi yang membantu D’Masiv tumbuh. “Kita tahu musisi-musisi yang menjadi idola kita tuh ada di Amerika,” ujarnya.

Dalam turnya nanti, selain membawakan lagu-lagu hitsnya seperti “Jangan Menyerah” atau “Cinta Ini Membunuhku”, D’Masiv juga akan sekaligus mempromosikan album terbaru mereka bertajuk Time. Salah satu lagu dari album tersebut, “Side by Side”, berlirik bahasa Inggris.

Bagi Rian, album ini cukup berbeda dari album-album D’Masiv sebelumnya. Menurutnya, mereka sukses keluar dari zona nyaman. Pasalnya, D’Masiv memasukkan elemen-elemen musik R&B, citypop, hingga koplo ke dalam albumnya.

“Keluar dari zona nyaman itu penting buat kita. Kita harus keluar dari apa yang sering kita lakukan. Kalau kita bikinnya gitu-gitu aja, itu bakal bosen. Kalau gitu, band bisa-bisa bubar karena ngelakuin hal yang sama terus,” ujar Rian.

Di sisi lain, Rian mengaku cukup deg-degan dengan turnya kali ini. Pasalnya, ia tak bisa mengangkut semua kru ke AS karena terhalang visa. “Kalau di Indonesia ada kru dan manager. Kalau kita ke sana, kita cuma tim kecil. Di sana check sound sendiri. Tapi, buat kita akan jadi hal yang seru sih,” ujarnya.

Walau begitu, Rian merasa mendapat dukungan penuh dari banyak pihak. Selain sponsor, ia menyebut D’Masiv mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di AS hingga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno.

“Kita ke sana jadi tamu negara juga. Kita bawa negara. Kita dianggap sebagai budayawan, seniman, yang berangkat ke Amerika. Jadi pemerintah juga ikut serta. Kebetulan kita didukung oleh Sandiaga Uno untuk berangkat ke sana. Jadi memang ini kaya jadi tugas negara untuk mengharumkan nama bangsa,” tandas Rian.