Home Keuangan Badan Pengurus Filantropi Indonesia Sebut Bagaimana Menghindari Penipuan Donasi

Badan Pengurus Filantropi Indonesia Sebut Bagaimana Menghindari Penipuan Donasi

Jakarta, Gatra.com- Badan Pengurus Filantropi Indonesia Hamid Abidin menyebutkan bagaimana menghindari penipuan donasi. Hal ini disampaikan dalam webinar bertajuk “Waspada Donasi Digital” yang diadakan oleh KATADATA dan Siber Kreasi pada Selasa (16/08).

Menurut Hamid Abidin, calon penyumbang harus bijak, kritis dan meningkatkan kewaspadaan bila ingin berdonasi. “Prinsipnya viral belum tentu benar, jadi jangan karena viral terus teman-teman ngeklik link yang disampaikan di berita viral itu dan kemudian percaya dengan ajakan donasi yang ada di situ. Kita perlu cermat dan kritis,” ternag Hamid. 

Tindakan lain adalah mengecek data pendukung semisal rekening. Menurut Hamid, penggalangan dana yang resmi biasanya menggunakan rekening lembaga “Tapi yang terpenting dicek dan dikonfirmasi apakah benar itu rekening yang digunakan dan juga mungkin kelengkapan yang lain,” ujar Hamid.

Kemudian memeriksa ulang keaslian sebuah situs dan akun media sosial. Selain itu, mengecek rekam jejak melalui mesin pencari, kemudian mengetik situs secara manual.

Dapat pula memanfaatkan hotline, call center atau layanan donatur. “Memanfaatkan hotline, call center atau layanan donatur karena semua lembaga pasti punya hotline, pasti punya call center, jadi manfaatkan untuk melakukan klarifikasi,” ucap Hamid.

Dalam kesempatan tersebut, Hamid mengatakan bahwa dalam konteks modus operasi donasi palsu, terdapat hal-hal yang biasanya dilakukan yang beberapanya adalah menggunakan situs atau akun media sosial palsu. Menurutnya lembaga-lembaga sosial resmi biasanya menggunakan “org” atau “or.id” di alamat situs mereka atau pakai blog.

Ada pula menggunakan foto palsu. “Misalnya ada kasus bupati atau tokoh tertentu atau bahkan dulu pejabat BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) itu fotonya dipalsukan dan dipakai utuk menggalang atau meminta donasi,” jelas Hamid.