Home Kesehatan Tiga Kelompok Paling Rentan Tertular Cacar Monyet, Plus Cara Menghindari

Tiga Kelompok Paling Rentan Tertular Cacar Monyet, Plus Cara Menghindari

Jakarta, Gatra.com - Statistik menujukkan saat ini ada 39,718 kasus konfirmasi cacar monyet diseluruh dunia. Dari jumlah itu yang meninggal hanya 12 orang, atau kurang dari 0.001% dari total kasus.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril mengimbau masyarakat agar tidak panik karena daya tular dan fatalitas cacar monyet sangat rendah dibandingkan dengan Covid-19.

Pasien monkeypox akan sembuh sendiri manakala tidak ada infeksi tambahan atau tidak ada komorbid yang berat yang dapat memperparah kondisi pasien. "Kalau pasiennya tidak ada komorbid dan tidak ada penyakit pemberat lain, Insya Allah sebetulnya pasien ini bisa sembuh sendiri," ucap dr. Syahril.

Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari 2 hingga 4 minggu.

Penyakit cacar monyet bisa menyerang siapa saja dan berbagai usia. Apalagi, cacar monyet diketahui dapat menular melalui kontak erat, sentuhan kulit, hubungan seksual hingga melalui cairan.

WHO menyebut ada tiga kelompok orang yang paling rentan tertular cacar monyet. Yang paling berisiko adalah orang yang tinggal dengan atau memiliki riwayat kontak erat (termasuk kontak seksual) dengan seseorang yang terinfeksi monkeypox, atau yang memiliki kontak rutin dengan hewan yang dapat terinfeksi.

Tenaga kesehatan juga memiliki risiko sehingga perlu untuk selalu menerapkan prosedur PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi).

Kelompok ketiga, bayi baru lahir, anak-anak, dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh berisiko mengalami gejala-gejala lebih serius dan kematian akibat monkeypox.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengeluarkan rekomendasi untuk masyarakat sebagai langkah pencegahan penyakit MonkeyPox atau Cacar Monyet.

1. Berperilaku hidup bersih dan sehat, patuh protokol kesehatan dalam keseharian

2.Hindari langsung kontak erat dengan hewan pengerat, marsupial, dan primata

3.Sebaiknya, hindari untuk kontak langsung dengan beberapa hewan tersebut dalam kondisi hidup atau mati.

4. Konsumsi daging yang sudah dimasak. Jika ingin mengonsumsi makanan jenis daging, usahakan memasak daging sampai benar-benar matang sempurna. Sebab, suhu panas dalam proses pemasakan bisa membunuh virus dan bakteri yang masih tertinggal.

4. Periksakan diri dan beri informasi jujur. Jika mengalami demam dan ruam menyerupai cacar monyet, berikan informasi jujur terkait yang dirasakan, termasuk informasi jika saja telah bepergian dari wilayah atau negara yang sudah terkonfirmasi cacar monyet.

5. Isolasi diri. Jika mengalami kriteria suspek, probable, atau konfirmasi positif cacar monyet, maka segera lakukan isolasi diri dan menghindari kontak erat dengan orang lain sampai gejala yang dirasakan menghilang.