Home Ekonomi Bawa 2,6 Juta Ton CPO Pada Misi Dagang ke India, RI Raup Potensi US$3,2 Miliar

Bawa 2,6 Juta Ton CPO Pada Misi Dagang ke India, RI Raup Potensi US$3,2 Miliar

Jakarta, Gatra.com - Misi dagang Indonesia ke New Delhi, India berhasil meraup potensi ekspor senilai US$3,2 miliar atau Rp47,68 triliun (kurs Rp14.901,05).

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut potensi ekspor ke India tersebut diperoleh dari penandatanganan sebanyak 22 kesepakatan kerja sama (MoU) antara pelaku usaha di dua negara.

Menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN ini menuturkan, India dipilih sebagai kunjungan pertamanya ke luar negeri karena dinilai menjadi mitra dagang strategis RI.

"Kedua negara memiliki hubungan sejarah yang panjang dan erat, sesama negara G20 dan ekonominya saling mengisi karena kita saling membutuhkan satu sama lain," tutur Zulhas dalam keterangan resmi, Selasa (23/8).

Adapun produk-produk yang dibawa dalam misi dagang tersebut antara lain minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO), olein, batu bara, furnitur, perkakas plastik, kertas hingga bubur kertas.

Zulhas mengungkapkan, produk kelapa sawit menjadi yang paling banyak dijual, yaitu 2,6 juta ton CPO senilai US$3,16 miliar. Ia berharap misi dagang tersebut bisa saling menguntungkan pelaku usaha di dua negara dan mempererat keberlanjutan kerja sama perdagangan.

"Ini merupakan hari yang bersejarah bagi kedua negara kita. Di tengah situasi penuh ketidakpastian dan tantangan ekonomi, Indonesia dan India terus memperkuat kemitraan yang strategis khususnya dalam kerja sama perdagangan," sebutnya.

Sementara para pengusaha CPO menyebut momen penjualan CPO ke India menjadi sangat tepat, lantaran kini RI tengah berupaya merebut kembali pasar konsumen India menjelang Hari Raya Deepavali tanggal 24 Oktober 2022 di India.

Seperti diketahui, India merupakan pasar ekspor CPO RI kedua terbesar setelah Tiongkok. Pada 2021, nilai ekspor CPO ke India mencapai US$3,4 miliar atau 25 persen dari total ekspor Indonesia ke India.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia dan India pada Januari - Juni 2022 tercatat sebesar US$16,67 miliar.

Total ekspor nonmigas Indonesia ke India pada periode tersebut tercatat sebesar US$15,3 miliar atau meningkat 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$8,7 miliar.

Sementara itu, pada 2021 nilai perdagangan Indonesia dan India mencapai US$19,8 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$6,3 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke India pada 2021 tercatat sebesar US$13,11 miliar.

131