Home Nasional Ini Hasil Riset Ombudsman soal Pembatasan BBM Bersubsidi melalui Aplikasi

Ini Hasil Riset Ombudsman soal Pembatasan BBM Bersubsidi melalui Aplikasi

Jakarta, Gatra.com - Anggota Ombudsman RI, Hery Susanto mengatakan Pemerintah dan PT Pertamina Persero termasuk juga Pertamina Petra Niaga, masih terus mencari cara bagaimana pembatasan pembelian BBM bersubsidi. 

“Salah satunya dengan cara meminta para pembeli untuk mendaftarkan kendaraannya di situs atau aplikasi MyPertamina,” kata Hery dalam konferensi pers “Hasil Rapid Assessment Ombudsman RI mengenai Pembatasan BBM Bersubsidi Jenis Pertalite dan Solar Melalui Aplikasi MyPertamina”, di kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (25/08).

Sebelumnya, Hery memaparkan hasil riset konsumen BBM bersubsidi dari berbagai elemen dengan mewawancarai 781 responden, dari berbagai kalangan dan jenis kendaraan dengan metode purposive random sampling.

Ia mengumumkan hasil riset Ombudsman guna menerapkan rencana kebijakan pemerintah dalam pembatasan kuota BBM bersubsidi melalui aplikasi MyPertamina.

“Mayoritas menyatakan belum mendaftar 72,9 persen, 25,5 persen sudah mendaftar, 1,6 persen tidak menjawab. Masih banyak yang belum mendaftar,” ungkap Hery.

Ada banyak penyebab mengapa responden belum mendaftar ke MyPertamina, yakni 72 persen tidak mengetahui teknis pendaftaran, 9 persen belum sempat dan tidak membutuhkan BBM bersubsidi, 7 persen Supir atau sewaan, 2 persen menunggu konfirmasi dan 1 persen tidak memiliki HP Android.

Hery mengatakan pendaftarannya lebih setengah persentase dari responden mendaftar melalui aplikasi MyPertamina sebanyak 59 persen, sementara sisanya melalui offline 32 persen dan situs web Pertamina 9 persen.

“Jika responden mendaftar via online melalui MyPertamina atau websitenya, apakah prosesnya mudah? Ada 73 persen menyatakan tidak, tidak mudah. 25 persen mudah atau ya, ya memudahkan, 2 persen tidak menjawab,” ujar Hery menekankan mengenai mudah atau tidaknya mendaftar MyPertamina atau di website.

Saat responden mengalami kesulitan dalam pendaftaran online, maka kesulitan yang dialami antara lain waktu loading yang lama dengan persentase respons 47 persen, prosesnya sukar dipahami sebesar 49 persen dan adanya kendala persyaratan sebesar 4 persen.

Responden mendaftar melalui online dengan MyPertamina atau website dengan cara langsung mendaftarkan diri sebesar 77 persen, melalui perantara atau jasa orang lain sebesar 20 persen dan sisanya tidak menjawab sebanyak 3 persen.

Persentase jumlah kendaraan responden yang mendaftar melalui online sebesar 92,1 persen mengakui hanya untuk 1 kendaraan, 5,5 persen untuk 2 kendaraan dan 2,4 persen lebih dari 2 kendaraan.

Hery membahas seberapa mudahnya mendaftar via offline memudahkan, dan jika responden mendaftarkan via offline apakah prosesnya memudahkan? 

“Ada 64 persen menyatakan memudahkan, 26 persen tidak menjawab, 10 persen menyatakan tidak memudahkan atau sulit,” katanya.

Jumlah kendaraan yang didaftarkan untuk aplikasi MyPertamina secara offline mayoritas 1 sebanyak 96 persen, sementara untuk 2 dan lebih dari 2 sebanyak 2 persen.

Persentase jumlah responden yang mendaftar online dan offline menyertakan biaya yang dikeluarkan tidak ada sebesar 89 persen, tidak menjawab 10 persen. Sementara sisanya ada dengan jumlah 1 persen. 

Menurut Hery, pada umumnya, responden mengeluarkan biaya untuk tip kepada petugas yang mendaftarkan pengguna secara offline.

“Ada 89 persen responden dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan MyPertamina untuk mendaftar, sementara sisanya tidak bisa sebanyak 11 persen,” katanya.
 

96