Home Nasional Nelayan Tewas Ditembak di Papua Nugini, DPR Desak Penyelidikan

Nelayan Tewas Ditembak di Papua Nugini, DPR Desak Penyelidikan

Jakarta, Gatra.com – Kapten kapal nelayan Calvin 02, Sugeng tewas diberondong tembakan oleh tentara Papua Nugini. Peristiwa nahas itu terjadi saat Sugeng sedang berlayar di wilayah perairan setempat pada Senin (22/8). Tewasnya kapten kapal nelayan asal Indonesia itu membuat banyak pihak geram. Anggota Komisi I DPR Sukamta mendesak pemerintah untuk melayangkan nota protes terhadap insiden tersebut.

“Langkah Kemlu untuk memanggil Plt Dubes Papua Nugini dan melayangkan nota diplomatik sudah tepat. Sudah semestinya ada protes keras dari Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Papua Nugini,” kata Sukamta.

Tak kalah penting, bagaimana Pemerintah membangun koordinasi dengan Pemerintah Papua Nugini untuk mengusut tindakan penembakan tersebut. “Pemerintah Indonesia juga harus mendesak adanya penyelidikan atas insiden ini karena ada indikasi pelanggaran prosedur dilakukan oleh pihak tentara Papua Nugini. Ini semua perlu dilakukan supaya tidak terjadi insiden serupa di masa yang akan datang”.

Sukamta berpandangan, bila kapal nelayan Indonesia tersebut terbukti melanggar wilayah perairan Papua Nugini, maka pihak aparat setempat cukup memberikan tembakan peringatan.

Politikus PKS berharap, Kemlu memberikan perhatian dan pelindungan terhadap 13 ABK dari 2 kapal nelayan yang diamankan pihak Papua Nugini. Ia meyakini nelayan-nelayan Indonesia tidak ada kesengajaan melanggar wilayah laut negara lain.

Di samping itu, ia menyoroti perlunya Pemerintah memperkuat pertahanan dan keamaman laut Indonesia terutama di wilayah terluar. Menurut Sukamta, jumlah kapal patroli di Indonesia masih belum memadai untuk melakukan pengawasan secara berkala terhadap pulau-pulau terluar yang jumlahnya sangat banyak dan wilayah laut terluar yang sangat luas.

“Semakin kuatnya armada angkatan laut Indonesia tentu juga akan memberikan rasa aman kepada nelayan-nelayan Indonesia terutama di wilayah terluar. Insiden kapal nelayan Indonesia menerobos wilayah negara lain juga akan bisa dideteksi secara lebih cepat,” pungkasnya.

74