Home Lingkungan Riset Cifor: Perilaku Konsumen Jadi Kunci Pendukung Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan

Riset Cifor: Perilaku Konsumen Jadi Kunci Pendukung Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan

Jakarta, Gatra.com - Peneliti Center for International Forestry Research (Cifor), Herry Purnomo menyebut, perilaku konsumen hijau menjadi kunci utama untuk mendukung keberhasilan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Dari sisi perdagangan, satu yang paling penting mempengaruhi sustainability sawit adalah green consumer behavior," ujar Herry dalam diskusi interaktif Kelapa Sawit Berkelanjutan, di Jakarta, Senin (29/8).

Kesadaran konsumen terhadap produk yang berkelanjutan lingkungan dapat mendukung industri kelapa sawit memprioritaskan sertifikasi berkelanjutan sehingga perdagangan ramah lingkungan bisa tercapai.

"Jadi kalau konsumen enggak 'green' maka susah gitu ya, perdagangan diharapkan menuju sustainable," jelasnya.

Di sisi lain, sebagian besar produk kelapa sawit Indonesia diekspor ke negara dengan konsumen yang rendah kesadaran terhadap produk ramah lingkungan, seperti India, China dan Pakistan.

"Kenapa green global tidak banyak berpengaruh, karena tidak banyak green buyer sebenarnya. Kita lihat importir terbesar CPO kita itu Cina, India dan Pakistan," sebutnya.

Selain itu, Herry memaparkan dalam riset jurnal yang dilakukan Cifor, secara umum permasalahan kelapa sawit berkelanjutan ada pada struktur, perdagangan, institusi, dan ekonomi teknikal.

"Permasalahan pada teknikal ekonomi ini mencakup teknologi, infrastruktur, GAP, economic feasibility dan penyuluhan," sebutnya.

Sementara masalah struktur mencakup permasalahan tenurial, demografi, kepastian sumber daya manusia (SDM), geopolitik, perubahan iklim, dan stabilitas politik nasional maupun global.

Adapun permasalahan sektor perdagangan yang mempengaruhi keberlanjutan kelapa sawit antara lain mencakup permintaan CPO internasional, konsumsi domestik, kompetisi, preferensi pasar, rantai pasok, insentif perdagangan, dan perilaku konsumen hijau.

"Pembangunan berkelanjutan itu adalah amanat konstitusi. Sawit yang berkelanjutan utamanya tentang tenaga kerja dan deforestasi. Green buyers jadi faktor utama pengaruhi perdagangan sawit global, dan private sectors berperan signifikan mengurangi deforestasi," tutupnya.