Home Internasional KTT T20 Jembatani Kepentingan Kerja Sama Global

KTT T20 Jembatani Kepentingan Kerja Sama Global

Nusa Dua, Bali, Gatra.com- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berharap pelaksanaan KTT Think20 (T20) akan berfokus pada bagaimana keluar dari dunia krisis saat ini. Terutama pandemi Covid-19 dan krisis iklim secara koheren dan terkoordinasi.

Sebagai informasi, T20 adalah grup keterlibatan resmi G20 yang menyatukan lembaga think tank dan pusat penelitian terkemuka di seluruh dunia yang diharapkan mengeluarkan rekomendasi kebijakan utama pada perhelatan KTT G20 pada 15-16 November mendatang.

Menurut Retno, ini saatnya duduk bersama untuk membahas bagaimana menghadapi tantangan global. "Duduk bersama hadapi tantangan global. Kalau tidak, G20 tidak stabil," katanya saat menyampaikan pidatonya dalam KTT T20 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali pada 4-6 September 2022.

Disinilah dia mengatakan kalau peran T20 Di G20 adalah memberikan sumbangan pikiran dan ide untuk mendukung G20. "Bagaimana akselerasi pemulihan secara global dibawah presindensi kita," ujar dia.

Hal ini terutama karena kondisi ekonomi dunia dalam lima tahun ke depan ini akan lebih menantang. Kebijakan multilateral dan lembaga-lembaga yang didirikan pada akhir Perang Dunia Kedua sedang menghadapi tantangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perubahan iklim, industri restrukturisasi, transisi energi terbarukan, dan tren penyesuaian tenaga kerja hanyalah beberapa masalah jangka panjang yang saat ini mengubah cara perdagangan, keuangan, dan keamanan yang ditangani oleh tatanan internasional dan berbagai negara yang berpartisipasi di dalamnya.

Tepat di saat paling dibutuhkan, kehadiran ketegangan geopolitik dan kepentingan yang berbeda menghambat koordinasi dan kerja sama kebijakan internasional yang diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah ini. Dengan demikian, sesi pleno pertama KTT T20
kali ini adalah “Menjembatani Berbagai Kepentingan untuk Kerja Sama Global yang Lebih Besar,” menjadi penting untuk diskusi-diskusi KTT selanjutnya.

"Lalu membangun kembali bagaimana global arsitektur kerja sama internasional untuk menciptakan iklim lingkungan yang kondusif untuk kepercayaan dan kolaborasi strategis, menghormati Piagam PBB dan hukum internasional, memastikan tidak ada negara yang tertinggal," ungkap Retno.

Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri menambahkan bahwa dunia butuh kerja sama dalam menghadapi tantangan dunia ini. "Kita paham Dampak dari krisis pangan, dampak global ekonomi ini bahwa negara berkembang butuh perlindungan sosial," ungkapnya.

Dalam kondisi tekanan ekonomi seperti inflasi, kenaikan suku bunga oleh The Fed dan pandemi Covid-19 ini membuat negara membutuhkan ekspansi. "Butuh diskusi, dimana G20 menjadi forumnya. Fokus pada isu yang akan bahas kepentingan dan isu yang sama," paparnya.