Home Hiburan Untuk Film Lara Ati, Bayu Skak Tetap Konsisten Bawa Unsur Daerah

Untuk Film Lara Ati, Bayu Skak Tetap Konsisten Bawa Unsur Daerah

Jakarta, Gatra.com - Film Lara Ati akan tayang di bioskop mulai 15 September 2022. Film garapan sutradara Bayu Eko Moektito atau Bayu Skak ini, tetap akan memasukan unsur ciri khas budaya dan bahasa Jawa. 

Menurut Bayu, keputusan untuk tetap memadukan unsur Jawa merupakan bagian dari semangat desentralisasi, semangat yang juga jadi pemicu kerja sama antara Bayu Skak dan Base Entertainment.

"Selama ini kan kita di Jakarta, hiburan, semua di situ. Jadi upaya saya adalah untuk menarik ke daerah," kata Bayu dalam Konferensi Pers film Lara Ati di Jakarta, Selasa (6/9).

Bayu mengatakan bahwa film dengan kekhasan daerah jangan hanya sekedar tagline. Setiap bagian dari produksi film itu sendiri, sudah sepatutnya punya keberpihakan lebih terhadap nuansa lokal. Misalnya saja, dalam mengambil latar lokasi syuting, akan lebih apik dilakukan tidak hanya di Jakarta. 

"Harus desentralisasi dong, masa yang maju Ibu Kota-nya saja? Ibu Kota maju, kota-kota lain harus ikut maju. Kita bukan hanya jadi tim hore saat ada shooting. Kami mengkombinasikan talent daerah dan dari Jakarta," jelas Bayu.

Kombinasi pemain daerah dan kru film yang dilibatkan mencapai 25-30% dari semua yang terlibat. Bayu mengatakan bahwa ini merupakan upaya untuk membawa daerah turut belajar tentang industri perfilman nasional.

Sebelum film ini tayang, serial lokadrama Lara Ati juga tayang dengan berfokus pada karakter yang ada di universe yang sama. Bayu menyebutkan jika 60 slot karakter yang ada di lokadrama merupakan hasil casting di daerah tersebut.

"Karena ini drama lokal, jadi yang jadi core itu kelokalannya sendiri," ucapnya.

Produser dan Chief Business BASE Entertainment, Aoura Lovenson Chandra, mengatakan bahwa transfer pengetahuan ke daerah menjadi unsur penting dalam proses pembuatan film dan lokadrama ini.

"Suka ada jarak antara definisi Indonesia. Definisi Indonesia kita tuh, ya, Jakarta. Padahal Indonesia bukan Jakarta. Jakarta hanya bagian kecil dari Indonesia. Kalau mau bicara tentang Jawa Timur, ya harus dengan orang Jawa Timur. Kalau tidak, (jadinya) akan penggambaran tentang Jawa Timur," tuturnya

Keaslian atau authenticity menjadi keunikan dalam film ini. Dalam film maupun lokadrama yang ditayangkan, Lara Ati mempertahankan penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa dominan untuk menggambarkan aktivitas sehari-hari karakter yang berlatar di Surabaya.