Home Gaya Hidup Tiga Galeri Indonesia Ikut Ramaikan Art SG di Singapura

Tiga Galeri Indonesia Ikut Ramaikan Art SG di Singapura

Jakarta, Gatra.com - Gelaran pameran seni internasional untuk Singapura dan Asia Tenggara bertajuk Art SG akan menyatukan lebih dari 150 galeri terkemuka dari seluruh dunia. Dari ratusan galeri tersebut, tiga di antaranya adalah galeri Indonesia.

Galeri Indonesia yang terlibat di Art SG adalah Gajah Gallery (Singapore, Yogyakarta), ISA Art and Design (Jakarta, Yogyakarta), dan Lawang Wangi Creative Space (Bandung, Jawa Barat). Mereka akan hadir di sektor GALLERIES (Gajah Gallery) dan sektor FOCUS (Lawang Wangi Creative Space dan ISA Art and Design.

“Skala dan kaliber daftar peserta pameran perdana kami menunjukkan komitmen yang kuat dan keyakinan bersama akan pentingnya pasar seni di wilayah tersebut,” kata Magnus Renfrew, Co-Founder ART SG di Jakarta, Selasa (6/9).

Baca Juga: Pameran Seni Internasional Art SG akan Digelar Pertama Kali di Singapura

Art SG akan meluncurkan edisi perdananya di Singapura pada 12 - 15 Januari 2023. Pameran ini akan dilaksanakan di Marina Bay Sands Expo and Convention Centre. ART SG akan menawarkan Singapura sebagai titik pertemuan di Asia Tenggara bagi para kolektor dari kawasan dan sekitarnya untuk berkumpul dan terlibat dengan salah satu lanskap budaya yang disebutnya paling dinamis di dunia.

Dalam pelaksanaannya nanti, selain sektor utama pameran yang disebut GALLERIES, Art SG juga akan menghadirkan sektor yang diberi nama FOCUS. Ini adalah sebuah sektor kontekstual yang menampilkan galeri-galeri yang menampilkan program artis solo atau duo, atau presentasi tematik yang dikuratori.

Kemudian ada sektor FUTURES yang didedikasikan untuk mendukung galeri muda di bawah usia enam tahun. Mereka akan menghadirkan karya-karya khusus presentasi untuk ART SG. Lalu ada juga sektor REFRAME yang diperuntukan bagi galeri untuk menampilkan seni yang berhubungan, dibuat atau disajikan menggunakan teknologi digital.

Baca Juga: Art Jakarta 2022 Digelar, Wadah Penguatan Ekosistem Seni Rupa

Di sektor ini pengunjung bisa menemukan lukisan digital, animasi, instalasi imersif, augmented atau virtual reality, dan non-fungible token (NFT). ART SG juga akan menampilkan program seni publik dari instalasi spesifik lokasi berskala besar, sektor film yang dikuratori, serta beberapa program diskusi dan edukasi.

“Sangat menggembirakan dan menyenangkan melihat daftar galeri internasional yang menarik datang untuk dipamerkan di Singapura untuk pertama kalinya. Dengan menyusun daftar peserta pameran yang begitu kuat, ART SG telah mendefinisikan ulang potensi kota untuk menarik kualitas kelas dunia,” kata Michael Tay, kolektor Singapura, dan anggota ART SG Advisory Group dalam keterangannya.