Home Sumbagteng Wajah Ibu Kota Berubah Tahun Depan

Wajah Ibu Kota Berubah Tahun Depan

Batanghari, Gatra.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Zulkifli mengatakan, wajah IbuKota daerah ini akan berubah tahun depan. 

Ia berujar ada tiga kegiatan sangat urgensi dilakukan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batanghari guna mewujudkan perubahan wajah ibukota daerah berjuluk Serentak Bak Regam. 

"Pertama pembangunan Umo Tinggal, alokasi dananya Rp10,4 miliar," ucapnya dikonfirmasi Gatra.com, Senin (5/9).

Pembangunan Umo Tinggal terbagi dalam beberapa item pekerjaan diantaranya, bangunan serba guna di atas kolam samping Rumah Dinas Bupati Batanghari.

Selanjutnya pembangunan jalur Pedestarian Sultan Thaha, pembangunan Food Court, pembangunan Joging Track dan tempat bermain anak. "Alhamdulillah sekarang sudah mulai berjalan, sudah kontrak dan mudah-mudahan ini selesai tepat waktu," ujarnya. 

Kegiatan kedua adalah pembangunan Alun-alun berlokasi di Lapangan Garuda Muara Bulian. Alokasi proyek ini mencapai Rp2,2 miliar. "Nanti akan kita buat patung Burung Garuda dari perunggu. Pembuatan patung Garuda Perunggu kita buat di Pulau Jawa," ucapnya.

Tak hanya itu saja, dalam kawasan Lapangan Garuda, kata Zulkifli akan ada pembangunan Joging Track dan bangunan UMKM. 

Kegiatan ketiga pembangunan Pedestarian Jalan Jend Soedirman, mulai dari depan Kantor BKPSDMD Batanghari sampai depan Lapangan Basket. Alokasi proyek ini mencapai Rp4,4 miliar.

"Akan kita bangun khususnya taman, kemudian jalur pejalan kaki, sama sebagian beberapa tempat itu nanti kursi-kursi tempat-tempat santai," katanya.

Menurut dia alasan besar mengapa Tiga proyek urgensi dilaksanakan tahun ini karena Bupati dan Wakil Bupati punya keinginan agar wajah Kota Bulian berubah. 

"Bupati berharap kalau bisa kedepannya nanti Muara Bulian bukan tempat lintasan, tapi bisa dijadikan tempat mampir," katanya.

Dengan demikian pengendara sepeda motor maupun mobil sewaktu singgah di Muara Bulian bakal menciptakan perputaran uang. Secara tak langsung, kata Zulkifli bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat daerah ini.

"Mungkin itu dasar pemikiran pak Bupati yang ingin dituangkan dalam konsep pembangunan ini. Semua kegiatan akan dilakukan dalam tahun ini dan bersumber dari dana APBD," ujarnya.

Apakah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak terhadap progres pekerjaan proyek ini? Zulkifli bilang ketika membuat anggaran, pihaknya juga tak punya prediksi terjadi perubahan soal kenaikan harga BBM.

"Namun dalam hal ini kita berharap proyek bisa dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu oleh rekanan," katanya.

Ia tak menampakkan adanya kemungkinan hambatan dalam proses pekerjaan, misalnya faktor cuaca dan lain sebagainya. Dinas PUPR Batanghari tetap optimis pekerjaan bisa selesai dalam kurun waktu akhir Desember 2022.