Home Olahraga Sinisa Mihajlovic Kembali Lengser dari Kursi Pelatih Bologna

Sinisa Mihajlovic Kembali Lengser dari Kursi Pelatih Bologna

Bologna, Gatra.com – Bologna memecat Sinisa Mihajlovic dari kursi pelatih. Keputusan ini sudah mereka sampaikan dalam laman resmi mereka, Selasa (6/9) malam WIB.

“Hubungan profesional antara Bologna FC 1909 dan Sinisa Mihajlovic terputus hari ini. Sebuah keputusan yang sayangnya telah menjadi tak terelakkan, terlepas dari ikatan emosional yang kuat yang telah diciptakan dengan masyarakat dan seluruh kota dalam tiga setengah tahun yang menarik dan dramatis ini,” demikian tulis pengumuman Bologna.

Baca Juga:

Dana Transfer di Liga Inggris Tembus Rp33 Triliun, Tertinggi di Eropa

Sejauh ini, Bologna belum mampu meraih kemenangan di Serie A. Dari lima laga yang sudah mereka jalani, mereka meraih hasil imbang 3 kali, dan 2 kali kalah. Bologna berada di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan 3 poin.

Sisi lain, Sinisa Mihajlovic juga divonis terkena penyakit kanker darah atau leukemia. Kondisi itu membuat Mihajlovic sering masuk Rumah Sakit untuk penyembuhan.

Mihajlovic sendiri sebelumnya pernah gagal bersama Bologna, yaitu pada musim 2008/09 dan berakhir pada pemecetan. Namun pada Januari 2019 dia kembali menangani Bologna usai klub memecat Filippo Inzaghi.

Presiden Bologna Joey Saputo mengatakan, itu adalah keputusan tersulit yang pernah dia buat sejak menjadi presiden klub. "Pada tahun-tahun ini kami telah hidup bersama dengan Sinisa saat-saat indah dan menyakitkan yang telah memperkuat hubungan tidak hanya profesional tetapi di atas segalanya manusia,” katanya.

Baca Juga:

Debut Si Tajir Mengesankan, Braithwaite Langsung Cetak Gol Kemenangan

“Kepada Sinisa dan stafnya, terima kasih khusus karena telah menghadapi pekerjaan, dalam kondisi yang luar biasa dan sangat rumit dari sudut pandang manusia, dengan dedikasi dan profesionalisme yang luar biasa,” imbuhnya.

Menurutnya, Mihajlovic menghadapi penyakit itu dengan keberanian dan tekad sejak dia ingin mengumumkan kepada publik, dalam konferensi pers yang mengharukan.

“Sejak itu, terlepas dari rawat inap dan efek berat dari perawatan yang telah menjadi sasarannya, ia selalu tetap dekat dengan tim, berusaha untuk berhubungan dengan para pemain, secara langsung atau sehubungan, berkat profesionalisme stafnya,” katanya.

183