Home Regional Disdikbud Sarolangun di Demo Terkait Pekerjaan Proyek DAK

Disdikbud Sarolangun di Demo Terkait Pekerjaan Proyek DAK

Sarolangun, Gatra.com -  Belasan massa yang menamakan diri Gerakan Pecinta Keadilan dan Kebenaran (GPKK) Sarolangun, melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa di halaman kantor Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Sarolangun, Jambi. 
 
Pantauan GATRA saat aksi unjuk rasa tersebut, berdasarkan penelusuran mereka di lapangan bahwa banyak ditemukan kejanggalan dalam pelaksanaan pengerjaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) yang keseluruhannya sebesar Rp21 Miliar di Disdikbud Sarolangun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 ini.
 
"Kami menemukan banyak pekerjaan yang terkesan tidak sesuai RAB atau gambar kerja, diantaranya ada paket proyek DAK yang ruangan kelas dijadikan gudang material oleh kontraktor, sementara anggaran untuk itu ada," teriak korlap aksi, Dani saat menyampaikan orasinya.
 
Dani mengatakan, selain itu ada pekerjaan tiang tidak memakai cakar ayam dan tiang penyanggah mengguanakan kayu bekas. 
 
"Tentu ini ada indikasi bahwa konsultan perencana dan konsultan pengawas bermain mata dengan pihak rekanan alias kontraktor," katanya.
 
Dani menyebut, selanjutnya mereka menduga bahwa proses pelelangan paket proyek pekerjaan tersebut sudah dikondisikan siapa saja yang harus menjadi pemenangnya.
 
"Maka, dengan ini kami mempertanyakan kepada kepala dinas Disdikbud Sarolangun, soal profesionalisme para pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) nya," kata Dani.
 
Dani menjelaskan, adapun kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan berupa rehab beberapa sekolah tersebut, mereka akan membuat laporan langsung untuk disampaikan kepada aparat penegak hukum.
 
"Untuk itu pada aksi kami kali ini, kami tidak menerima audiensi, atau hak jawab maupun klarifikasi langsung dari pejabat Disdikbud Sarolangun," katanya.
 
Setelah lebih kurang satu jam menyampaikan orasinya secara bergilir dengan rekan-rekannya, mereka membubarkan diri. Aksi tersebut terlihat juga dilakukan pengamanan oleh aparat kepolisian yang langsung di pimpin kabag ops polres sarolangun Kompol Ahmad Bastari.
 
Dalam aksi tersebut, tidak terlihat ada kepala dinas Disdikbud Sarolangun, Helmi Hamid. Yang ada hanya sekretaris dinas (Sekdin) Zulhitmi yang berdiri di depan para massa menyaksikan massa aksi saat menyampaikan orasinya.
 
Zulhitmi ketika dikonfirmasi setelah selesai aksi tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sudah sering melakukan pemantauan lapangan terkait berbagai pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut.
 
"Sebenarnya tim kita sering turun, tapi apakah kita harus bercerita kepada mereka terhadap apa yang kita lakukan?. Saya pikir tentu tidak perlu," katanya.
 
Namun, kata Zulhitmi ia tetap mengapresiasi terhadap apa yang telah dilakukan para massa aksi hari ini, karena hal tersebut bagian dari aspirasi mereka yang tentunya hal itu merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan kemajuan dunia pendidikan.
 
"Artinya kita tetap akan telusuri terkait apa yang menjadi tuntutan mereka tadi, kita akan kembali kroscek ke lapangan," kata Zulhitmi mengakhiri pembicaraan.