Home Internasional Stok Uranium Iran Bertambah ke Tingkat Senjata ‘Bom Nuklir’

Stok Uranium Iran Bertambah ke Tingkat Senjata ‘Bom Nuklir’

Wina, Gatra.com - Stok uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen, sudah mendekati tingkat “pembuatan” senjata. Tingkatan itu tumbuh jauh di atas jumlah yang menurut satu definisi dianggap sudah cukup, --jika diperkaya lebih lanjut-- untuk dapat menghasilkan bom nuklir. 

Sebuah laporan triwulanan dari pengawas atom PBB yang menunjukkan pada Rabu, (7/9).

Sejak laporan Badan Energi Atom Internasional pada triwulanan terakhir yang dikeluarkan 30 Mei, laporan IAEA ke negara-negara anggota yang dilihat oleh Reuters menyebutkan bahwa Uranium Iran yang diperkaya hingga 60 persen dan dalam bentuk uranium hexafluoride, gas yang memperkaya sentrifugal, diperkirakan telah bertambah 12,5 kg menjadi 55,6 kg

Pada saat yang sama, seperti pada kuartal sebelumnya, IAEA mengeluarkan laporan kedua yang mengatakan Iran masih belum memberikan jawaban yang kredibel tentang asal usul partikel uranium yang ditemukan di tiga situs, yang tidak diumumkan --tampaknya sebagian besar sudah tua dan yang telah diselidiki IAEA selama bertahun-tahun.

“Direktur Jenderal semakin khawatir bahwa Iran tidak berinteraksi dengan Badan tersebut, tentang masalah perlindungan yang luar biasa selama periode pelaporan ini dan oleh karena itu, tidak ada kemajuan untuk menyelesaikannya,” bunyi laporan kedua, yang juga dilihat Reuters.

Masalah partikel yang tidak dideklarasikan telah menjadi titik “pembahasan” yang sulit untuk dinegosiasikan guna menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan Iran. Bahkan berusaha agar penyelidikan ditutup, sementara kekuatan Barat dan IAEA bersikeras bahwa itu adalah masalah terpisah yang secara hukum diwajibkan untuk diselesaikan oleh Iran. Sebagaimana penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir.

Badan-badan intelijen AS dan IAEA percaya bahwa Iran memiliki program senjata nuklir rahasia dan terkoordinasi yang dihentikan pada tahun 2003. 

Namun, Iran menegaskan tidak pernah memiliki program seperti itu. Sebagian besar situs diperkirakan berasal dari sekitar tahun 2003 atau sebelumnya.

“Badan tidak dalam posisi untuk memberikan jaminan bahwa program nuklir Iran secara eksklusif damai,” kata laporan kedua. 

Itu artinya, bahwa tanpa penjelasan yang kredibel dari Iran tentang apa yang terjadi pada uranium yang berada di tiga lokasi. Agensi tidak dapat menjamin bahwa uranium tidak digunakan untuk membuat senjata.