Home Internasional Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Kerajaan: Charles III Raja Baru Inggris

Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Kerajaan: Charles III Raja Baru Inggris

London, Gatra.com - Raja baru Inggris akan secara resmi naik takhta yakni Charles III, di kediamannya di Clarence House, sebagaimana dikonfirmasi pada hari Kamis (8/(). 

Penentuan itu setelah mendengar saran bahwa pewaris Ratu Elizabeth II mungkin telah mengambil keputusan dengan nama pemerintahan yang berbeda.

Putra sulung Charles, William hanya mewarisi ‘kadipaten Cornwall’ selain gelar adipati Cambridge saat ini.

Ratu Elizabeth, raja terlama yang memerintah Inggris dan tokoh bangsa Inggris selama tujuh dekade, meninggal di rumahnya di Skotlandia pada usia 96 tahun, pada hari Kamis.

Putra sulungnya, Charles, 73 tahun, secara otomatis menjadi raja Inggris Raya dan kepala negara dari 14 kerajaan lain termasuk Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Istrinya Camilla menjadi Permaisuri.

Ratu selama ini mengalami masalah kesehatan yang disebut Istana Buckingham sebagai "masalah mobilitas episodik", sejak akhir tahun lalu. Dan memaksanya untuk menarik diri dari hampir semua keterlibatan publiknya.

Keterlibatan publik terakhirnya tampil pada hari Selasa, ketika dia menunjuk perdana menteri Liz Truss - perdana menteri ke-15 Inggris.

Di istananya dan di gedung-gedung pemerintah di London, bendera diturunkan menjadi setengah tiang.

Ratu Elizabeth II, yang juga merupakan kepala negara tertua dan terlama di dunia, naik takhta setelah kematian ayahnya Raja George VI pada 6 Februari 1952, yang ketika itu dia baru berusia 25 tahun.

Raja baru Inggris, Charles III, mengatakan Kamis bahwa Ratu Elizabeth II adalah penguasa yang disayangi dan ibu yang sangat dicintai, dan akan dirindukan di seluruh dunia.

Charles, 73 tahun, naik takhta setelah 70 tahun pemerintahan ibunya.

"Kematian ibu tercinta saya. Yang Mulia Ratu, adalah momen kesedihan terbesar bagi saya dan semua anggota keluarga saya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Istana Buckingham, dikutip AFP, Kamis (8/9).

“Kami sangat berduka atas meninggalnya seorang penguasa yang disayangi dan seorang ibu yang sangat dicintai. Saya tahu kehilangannya akan sangat dirasakan di seluruh negeri, alam dan Persemakmuran, dan oleh banyak orang di seluruh dunia,” katanya.

"Selama masa berkabung dan perubahan ini, saya dan keluarga saya akan dihibur dan didukung oleh pengetahuan kami tentang rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam," tambahnya.