Home Nasional Diguyur Hujan, Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Membubarkan Diri

Diguyur Hujan, Massa Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Membubarkan Diri

Jakarta, Gatra.com - Berbagai elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat memadati kawasan Patung Kuda Monumen Nasional (Monas), menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Terpantau sejak pukul 14.30 WIB satu per satu rombongan massa tiba di lokasi aksi.

Usai berorasi hampir seluruh elemen demonstran pun mulai membakar karet ban hingga spanduk. Menyebabkan kepulan asap hitam di lokasi aksi.

Baca JugaAksi Tolak Kenaikan BBM Berlanjut, Kawasan Monas Masih Lengang

Terpantau pukul 17.10 WIB hujan mulai mengguyur lokasi aksi unjuk rasa masih berlangsung. Massa aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Uhamka tetap melanjutkan aksi di tengah hujan deras. Aparat kepolisian tetap berjaga, merapatkan barisan hingga memakai jas hujan. Hingga pukul 17.25 aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan suara orasi yang semakin lantang.

Pada pukul 17.39 WIB, massa aksi dari elemen mahasiswa satu per satu mulai membubarkan diri sambil menyanyikan lagu Ibu Pertiwi. Sementara massa aksi dari perkumpulan ojek online dan organisasi masyarakat sebelumnya telah meninggalkan lokasi aksi pada pukul 17.05 WIB.

Adapun dalam aksi di Monas hari ini, para pengunjuk rasa menuntut Pemerintah segera menurunkan harga BBM bersubsidi. Kenaikan harga BBM bersubsidi dinilai mencederai hati masyarakat, terutama kelas menengah kebawah.

Baca Juga: BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran, Pertamina Minta Pemerintah Kebut Revisi Perpres 191/2014

Sebelumnya, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengungkapkan 80 persen bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite masih digunakan oleh masyarakat menengah ke atas. Sisanya, hanya 20 persen Pertalite digunakan oleh masyarakat kurang mampu.

Nicke menyebut, dari jenis kendaraan maka roda empat lah (mobil) yang banyak mengkonsumsi Pertalite dibandingkan kendaraan roda dua (motor).

"Jika dilihat dari volume penjualan, Pertalite hanya dinikmati roda dua itu hanya 30 persen atau sekitar 8,7 juta kiloliter. Jadi 70 persen itu dikonsumsi oleh roda empat mencapai 20,3 juta kiloliter," ungkap Nicke dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).

Seperti diketahui Pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi sejak Sabtu (3/9) lalu dengan alasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak mampu lagi menambah kuota subsidi BBM karena kompensasi dan subsidi energi sudah menembus Rp502,4 triliun. Opsi menaikan harga BBM bersubsidi dipilih pemerintah setelah anggaran bantuan sosial pengalihan subsidi BBM digelontorkan.

Adapun harga baru solar subsidi yaitu Rp6.800/liter dari sebelumnya Rp5.150/liter, pertalite subsidi Rp10.000/liter dari sebelumnya Rp7.650/liter, dan pertamax Rp14.500/liter dari sebelumnya Rp12.500/liter. Harga terbaru BBM bersubsidi tersebut mulai berlaku di SPBU Pertamina sejak Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

164