Home Olahraga Ajax Amsterdam sudah Lupakan Antony hingga Erik ten Hag, Bergwijn dan Tadic Jadi Andalan Baru

Ajax Amsterdam sudah Lupakan Antony hingga Erik ten Hag, Bergwijn dan Tadic Jadi Andalan Baru

Amsterdam, Gatra.com - Ajax Amsterdam masih dominan di Liga Belanda. Hilangnya sejumlah pemain pilar, termasuk pelatih tak membuat tim asal Belanda ini goyah.

Terbukti, di kompetisi domestik Eredivisie Belanda, pasukan Alfred Schreuder masih tampil sempurna. Mereka mampu sapu bersih 6 pertandingan dengan kemenangan.

Baca Juga: Graham Potter Gantikan Thomas Tuchel, Ini Alasan Bos Chelsea

Ajax pun masih memimpin klasemen sementara Liga Belanda dengan 18 poin. Mereka juga sangat buas di depan gawang lawan. Saat ini, Ajax sudah membuat 21 gol, dan baru kebobolan tiga kali.

Di laga terakhirnya di akhir pekan kemarin, Ajax membantai Heerenveen dengan skor 5-0. Tak hanya di kompetisi domesktik, Ajax juga mampu tampil apik di kompetisi Eropa. Tengah pekan kemarin, mereka sukses membungkam Glasgow Rangers dengan skor 4-0 di babak fase grup A Liga Champions.

Musim ini, Ajax kehilangan sejumlah pilar utamanya karena digaet klub-klub lain dengan harga yang mahal. Mulai dari Antony dan Lisandro Martinez yang berlabuh di Manchester United, termasuk sang pelatih Erik ten Hag.

Lalu ada Sebastian Haller ke Dortmund, Ryan Graverberch dan Noussair Mazraoui ke Bayern Munchen. Kiper Andre Onana juga memilih bergabung bersama Inter Milan. Adapun Nicolas Tagliafico hijrah ke Lyon, Prancis.

Baca Juga: Cristiana Girelli Langsung Panas, Tampil Garang di Pekan Pertama

Ajax hanya mendatangkan para pemain muda seperti Steven Bergwijn dari Tottenham Hotspur. Bergwijn masih berusia 24 tahun. Namun kini Bergwjin menjadi pencetak gol terbanyak bagi Ajax dengan 6 gol. Di Liga Belanda dia hanya tertinggal 1 di bawah Cody Gakpo dari PSV yang telah mencetak 7 gol.

Ajax juga masih memuliki Dusan Tadic. Sejauh ini, Tadic sudah membuat 5 assist, tertinggi di kompetisi Liga Belanda musim ini.

Pelatih Ajax Amsterdam Alfred Schreuder mengatakan, para pemain bermain sangat baik. "Kami tahu kami harus membiarkan bola berputar dengan cepat dan anak-anak melakukan pekerjaan dengan baik," tandasnya.