Home Gaya Hidup Desainer Yogya Kenalkan Tren Fashion Selaras dengan Alam

Desainer Yogya Kenalkan Tren Fashion Selaras dengan Alam

Yogyakarta, Gatra.com – Desainer lokal Daerah Istimewa Yogyakarta memperkenalkan konsep ‘Dies One Set’ yang disebut selaras dan seimbang dengan alam. Konsep fashion ini menjadikan pemakainya merasa nyaman dengan lingkungan. 

Konsep baru ini dihadirkan melalui merek fashion Farah Button karya desainer Sutardi. Pada Senin (12/9), Suta, sapaannya, memaparkan ingin mengajak orang mencintai alam dan melakukan sesuatu yang lebih lewat karya ini. 

“Diterjemahkan dalam dalam outer dan celana berbahan rayon twill, filosofi Dias One Set dihadirkan dalam setelan yang tidak bisa dipisahkan pemakaiannya, seperti manusia dengan alam,” kata Suta.

Suta menyebut fashion berkonsep Dias One Set dirilis jumlah terbatas dan eksklusif yakni hanya 800 setelan.

“Dias One Set bukan sekadar tren fashion terbaru yang kami keluarkan. Potongan dan pemilihan warnanya pun sarat pesan mendalam. Kami mengajak orang untuk menghargai diri sendiri,” ungkapnya.

Dalam penentuan desain fashion, Suta menilai lingkungan dan alam mempengaruhi apa yang orang pikirkan, lakukan, dan bersikap. Ia mencontohkan, di kota besar orang jarang tersenyum karena kondisi lingkungan yang minim pepohonan.

Berbeda dengan orang di pedesaan dengan alam yang asri, keramahan sikap dan perilakunya lebih terlihat.

Dias One Set yang bermotif kipas dan daun menawarkan empat pilihan warna, yakni pink, abu-abu, ungu, dan hijau. Warna-warna terang ini membuat kondisi emosi atau mood seseorang membaik.

Tidak hanya itu, melalui Dias One Set, Suta ingin mengedukasi pecinta fashion memahami jenis bahan kain pakaian. Jika ingin memilih atasan, sebaiknya dipilih kain berbahan rayon.

“Indonesia ini beriklim tropis, jadi mudah gerah dan bahan-bahan rayon bisa membuat adem dan tidak panas,” ujar Suta.

Selain itu, rayon twill juga bisa dipilih untuk menghadirkan kesan bahan yang lebih elegan. Sekalipun lebih tebal ketimbang bahan rayon, rayon twill tetap dingin ketika dikenakan.

Ia menjelaskan, bahan katun juga pas dikenakan di Indonesia. Namun, ia mengingatkan untuk menghindari bahan katun bergramasi tebal karena sekalipun menyerap keringat bahan itu tetap terasa panas saat dipakai.

“Yang paling utama, yang harus dihindari adalah bahan polyester, karena seratnya yang seperti karet membuat gerah dan memicu bau badan,” kata Suta.