Home Kesehatan Menkes: Jumlah Dokter Gigi di Puskesmas Sangat Minim

Menkes: Jumlah Dokter Gigi di Puskesmas Sangat Minim

Jakarta, Gatra.com – Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa jumlah dokter gigi yang bekerja di puskesmas di sejumlah kecamatan di Indonesia, masih terbilang minim. 

Budi mengatakan bahwa hal tersebut berdampak pada terbatasnya akses masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan gigi dan mulut di sekitar tempat tinggal mereka.

“Ternyata sedikit sekali dokter gigi yang mau kerja di puskesmas. Banyak dokter gigi yang terkonsentrasi kerjanya di kabupaten dan kota besar, sehingga akibatnya, masih banyak masyarakat kita, anak-anak kita, yang belum mendapatkan akses pelayanan dokter gigi,” ujar Menkes Budi yang hadir secara virtual, pada acara Sikat Gigi Massal pada Anak-Anak SD secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional, di Gelora Bung Karno, pada Senin (12/9).

Baca Juga : Masalah Gigi dan Mulut Masih Tinggi, Cara Pelayanan Harus Berubah

Budi mengimbau Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) untuk membantu mendistribusikan dokter gigi Indonesia ke seluruh kecamatan di Tanah Air. Ia mengaku akan membantu sejumlah mekanisme yang diperlukan, termasuk insentif maupun distribusi alat-alat medisnya.

“Nanti saya akan membantu bagaimana mekanisme insentifnya, mekanisme penggajiannya, penyebaran alat-alatnya, agar seluruh anak-anak kita terutama ya, bisa mendapatkan akses layanan dari dokter-dokter gigi di seluruh Indonesia,” kata Budi.

Baca Juga: Dokter Gigi Harus Siap Bersaing dengan Tenaga Asing

Menurut Budi langkah-langkah itu dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak Indonesia. Selain  itu juga dapat membantu agar asupan gizi dan nutrisi anak-anak di Indonesia dapat terjaga dengan baik. 

“Kesehatan gigi dan mulut anak-anak kita bisa terjaga, asupan gizi dan nutrisinya bisa terjaga, dan mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, bisa menjadi manusia yang produktif, di era masanya produktif, dan bisa membangun Indonesia lebih baik, dan bisa juga membangun keluarga yang lebih baik dari masanya kita,” tutur Budi.

Baca Juga: Bisakah Berobat ke Dokter Gigi Selama Pandemi

Sebelumnya Budi menyebut bahwa dia telah mengamati jumlah tenaga kesehatan dalam layanan kesehatan gigi dan mulut, yang tersebar di sekitar 10.000 puskesmas di 514 kabupaten/kota di penjuru Indonesia.

Pengamatan tersebut meliputi seperti apa dokter-dokter yang dapat memberikan layanan tersebut, hingga siapa saja yang dapat mendatangi unit kesehatan sekolah (UKS) untuk memeriksa kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat usia sekolah.