Home Teknologi Ditjen Bina Marga Rencanakan Transaksi Masuk Tol Tanpa Antre

Ditjen Bina Marga Rencanakan Transaksi Masuk Tol Tanpa Antre

Jakarta, Gatra.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga berencana akan mulai mencoba menerapkan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) sebagai mekanisme pembayaran tol pada awal tahun 2023 mendatang. 

Dengan teknologi tersebut, pengguna jalan tol dapat melakukan pembayaran tanpa harus berhenti di pintu tol.

"Kita mungkin akan mulai trial pertama di awal tahun depan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Hedy Rahadian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI pada Rabu (14/9).

Baca Juga: Dua Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Beroperasi Akhir Tahun

Dengan teknologi MLFF, kata Hedy pembayaran tol akan dilakukan dengan menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Pengguna jalan tol pun hanya perlu mengakses aplikasi khusus jalan tol melalui smartphone mereka untuk melakukan pembayaran.

Hedy mengatakan, inovasi tersebut akan mendukung praktik fair-pricing (transaksi yang adil) dalam transaksi penggunaan jalan tol. Pasalnya, sistem MLFF akan dapat mendeteksi di mana pengguna jalan tol masuk dan di mana keluar.

"Jadi nanti fair-pricing, di mana Bapak masuk, habis itu keluar, berapa kilometer, itu kali tarif per kilometernya," jelas Hedy.

Baca Juga : Antrean Panjang di Gerbang Tol Cikampek Utama, Banyak Pengemudi Kelelahan 

Hal tersebut, ujar Hedy, berbeda dengan sistem pembayaran jalan tol yang banyak dipraktikkan saat ini. Saat ini transaksi tersebut banyak dilakukan dengan tarif terintegrasi yang menyamaratakan tarif penggunaan jalan tol, tanpa peduli jarak jauh maupun dekat.

"Sekarang ini banyak kita menerapkan tarif terintegrasi, misalnya masuk JORR (Jakarta Outer Ring Road/Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta) jauh dekat 15 ribu," kata Hedy.

Baca Juga : Jasa Marga Luncurkan Aplikasi, Agar Mudik Menyenangkan

Sistem MLFF tersebut diharapkan dapat menghilangkan kemacetan di jalan tol, karena tak ada lagi antrean kendaraan. Praktik penggunaan sistem ini pun dipercaya dapat membantu mengurangi polusi dan emisi karbon di masa mendatang.

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR