Home Kesehatan WHO Sebut Ujung Pandemi di Depan Mata, Bukan Isyarat Kendurkan Protokol Kesehatan

WHO Sebut Ujung Pandemi di Depan Mata, Bukan Isyarat Kendurkan Protokol Kesehatan

Jakarta, Gatra.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan akhir pandemi sudah di depan mata. Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan, sebagaimana yang sudah ditetapkan.

"Beliau (Tedros) pun mengingatkan, semua ini bukan berarti kita selesai pandeminya. Artinya apa? Upaya-upaya yang dilakukan oleh semua negara, termasuk di Indonesia, dengan disiplin masker dan vaksinasi, maka harus dipertahankan sampai betul-betul memang pandemi ini dianggap berakhir," kata Syahril dalam konferensi pers, Jumat (16/9).

Lebih lanjut, Syahril mengatakan, pandemi bisa saja tidak pernah berakhir, apabila masyarakat dunia enggan melaksanakan vaksinasi ataupun mempertahankan disiplin protokol kesehatan yang telah berlaku pada mulanya.

"Jika tidak meningkatkan atau memperhatikan disiplin protokol serta tidak mengejar cakupan vaksinasi. Bisa saja pandemi tidak berakhir ya," kata Syahril.

Baca juga: Indonesia Masih Pandemi, Protokol Kesehatan Harus DItegakkan

Ia pun menggarisbawahi adanya enam tugas yang WHO berikan untuk dilaksanakan oleh masyarakat dunia, agar pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.

Keenam kebijakan itu adalah vaksinasi, melakukan pengujian (testing) dan pengurutan berdasarkan sekuens (sequencing), memastikan sistem kesehatan untuk pelayanan Covid-19, mempersiapkan terjadinya lonjakan kasus, melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit, serta menyampaikan informasi terkait Covid-19 kepada masyarakat.

Baca juga: Wisata Sejarah Paling Ramai Peminat Pasca Pandemi

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam posisi terbaik untuk menuntaskan pandemi Covid-19. Mengingat, angka infeksi Covid-19 di seluruh dunia turun tajam ke level terendah sejak Maret 2020 silam, pada pekan lalu.