Home Nasional Keluarga Ungkap Kronologi Meninggalnya Prof Azyumardi Azra

Keluarga Ungkap Kronologi Meninggalnya Prof Azyumardi Azra

Tangerang Selatan, Gatra.com - Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. H. Azyumardi Azra tutup usia pada umur 67 tahun pada hari Minggu lalu (18/9) di Rumah Sakit Kedah, Selangor Malaysia pukul 12.30 waktu setempat.

Kepergian tokoh cendekiawan muslim ini meninggalkan begitu banyak duka bukan hanya dari keluarga saja, namun bagi masyarakat juga tokoh-tokoh nasional yang kehilangan dengan sosok hebat dirinya.

Baca Juga: Karangan Bunga Belasungkawa Penuhi Kediaman Almarhum Azyumardi Azra

Menurut penuturan dari anak sulung dari Azyumardi, Rausan Fikr Usada, kronologi dimulai semenjak almarhum yang baru saja pulang dari acara seminar di Sumatera Barat pada hari Kamis lalu (15/9). Kemudian ia langsung berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia pada hari Jumat (16/9) dan memberi tahu ke keluarganya pada menit-menit terakhir sebelum keberangkatannya ke sana.

Efik mengungkapkan jika Ayahanda terkena serangan jantung dan sesak napas akibat dari efek kelelahan. Setelah itu ia dilarikan ke ICU rumah sakit selang dua hari dirawat, pada akhirnya ia menghembuskan napasnya.

"Beliau berangkat (ke Kuala Lumpur), ternyata di pesawat sewaktu sebelum landing. Karena masih kecapean beliau mengalami serangan jantung, sesak napas lalu dibawa ke ICU. Hanya dua hari dirawat tapi tidak tertolong," ungkapnya pada saat memberikan keterangan ke awak media di tempat kediamannya, Perumahan Puri Laras 2, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Senin (19/9).

Ia juga menambahkan ini pertama kalinya almarhum terkena serangan jantung, sebelumnya tidak ada mengidap penyakit jantung.

Baca Juga: Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra Wafat

"Enggak, sama sekali enggak pernah. Ini pertama kalinya dan mendadak banget," tambahnya.

Sebelumnya ada isu yang mengatakan jika almarhum meninggal akibat positif COVID-19. Namun, Efik meluruskan jika almarhum tidak terkena positif COVID melainkan dampak dari angka virus tersebut yang sedang tinggi di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Oh engga, engga benar sama sekali. Ya emang di sana kan beliau dirawat itu memang lagi tinggi-tinggi angka penularan Corona. Tapi bukan berarti beliau itu kena Corona gak sama sekali," ucapnya.