Home Ekonomi Inecosolar Siap Berperan dalam Proses Transisi Energi di Indonesia

Inecosolar Siap Berperan dalam Proses Transisi Energi di Indonesia

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan listrik swasta dalam negeri, PT Ineco Solar Solutions (Inecosolar) yang baru saja diakuisisi Yinson Renewables (YR), divisi energi terbarukan perusahaan infrastruktur dan teknologi energi global Yinson Holdings Berhad (Yinson) menyatakan, akan memulai rencana ekspansi perusahaan, termasuk dalam mendukung visi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia hingga 23% pada 2025.

Pendiri dan Direktur Inecosolar, Benoît Prim mengatakan bahwa kemitraan dengan Yinson akan berperan penting dalam upaya transisi energi di Indonesa.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari Yinson Renewables untuk meraih keberhasilan dan pencapaian baru dalam proses transisi energi di Indonesia. Penting bagi kami untuk memiliki mitra strategis, yang tidak hanya memahami energi, tetapi juga memiliki visi sama tentang bagaimana melakukan sesuatu dengan cara berbeda dan lebih efisien di pasar," ujarnya dalam rilis yang diterima Gatra.com, Senin (19/9).

Sementara, Chief Executive Officer Yinson Renewables, David Brunt mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi dalam bidang energi terbarukan.

"Indonesia berkontribusi sekitar seperempat dari kegiatan ekonomi Asia Tenggara dan diproyeksikan menjadi perekonomian global utama. Dengan pasar energi terbarukan yang baru saja muncul, Indonesia siap menjadi pusat utama transisi energi. Kami mendukung tujuan energi terbarukan Indonesia seraya berkontribusi pada pemerataan energi lebih kokoh di negara ini," katanya.

Tahun lalu, Indonesia mengumumkan komitmennya untuk mencapai emisi nol bersih pada 2060. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030 Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah diberi label “RUPTL Hijau” karena meningkatnya pangsa energi terbarukan, dalam rencana proyek masa depan Indonesia – sekitar 20,9 GW secara total, dengan pangsa tenaga surya sebesar 4,7 GW dicapai dalam 10 tahun berikutnya.

RUPTL juga menekankan peran penting swasta, dan memperkirakan bahwa 63,7% kapasitas tenaga surya baru Indonesia akan dikembangkan oleh Independent Power Producer (IPP) selama pelaksanaannya.