Home Nasional TNI AL Masih Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat Bonanza

TNI AL Masih Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat Bonanza

Jakarta, Gatra.com – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan, TNI AL, KNKT, dan pihak terkait lainnya masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat udara (Pesud) jenis G-36 Bonanza T-2503 di Selat Madura, Jawa Timur (Jatim).

“Untuk investigasi pesawat, kita masih investigasi, kita sudah libatkan dari KNKT kemudian yang dipimpin oleh Inspektorat Perhubungan,” katanya usai nonton bareng (Nobar) sinetron “Bintang Samudera” di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin malam (19/9).

Baca Juga: Pilot, Copilot, dan Pesawat Bonanza TNI AL yang Jatuh Telah Ditemukan

Yudo berharap investigasi segera membuahkan hasil. Menurutnya, ini tidak mudah karena pesawat tersebut jatuh di laut. “Ini perlu investigasi dari awal sampai ke lokasi, dari saksi-saksi dari KRI yang melihat, ini supaya semuanya tuntas, dan hasilnya bisa menjadi evaluasi kita ke depan operasional pesawat, khususnya Bonanza,” kata dia.

Sebelumnya, pesawat udara jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL jatuh pada Rabu, 7 September 2022, sekitar pukul 09.00 WIB di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), yaitu di Perairan Laut Selat Madura antara Kabupaten Bangkalan, Madura, dan Gresik.

Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat melaksanakan Latihan Air Defence Exercise (ADEX) SIAGA ARMADA II dengan unsur-unsur KRI di jajaran Koarmada II. Awalnya, pada Rabu, 7 September 2022, pukul 08.45 WIB, pesawat latih tersebut take off dari Bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub.

Pukul 08.56 WIB, pesawat mengalami crash landing di laut, yakni di Perairan Laut Selat Madura, antara Bangkalan, Madura, dan Gresik pada koordinat 06°59’57”S-112°46’21"E.

Baca Juga: Pesawat Jatuh di Blora

Pilot pesawat tersebut adalah Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady, kesehariannya menjabat sebagai Wadan Pesud 2 Flight II Ron 200 merupakan alumni AAL Angkatan 62. Copilotnya atas nama Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila yang menjabat sebagai Wadan Pesud 1 Flight II Ron 600 merupakan alumni PSDP XXX.

Kedua prajurit tersebut gugur. Mereka mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kapten Anumerta dan Lettu Anumerta. Ini sebagai penghargaan karena keduanya meninggal dunia dalam melaksanakan tugas.